Rabu , 24 Mei 2017
Home / Parenting / Ini Panduan Mengasuh Anak bagi Ibu Bekerja

Ini Panduan Mengasuh Anak bagi Ibu Bekerja

Edupost.id – Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama bagi anak. Setiap individu yang ada dalam keluarga mempunyai peran yang penting. Tak terkecuali seorang ibu.

Pekerjaan di luar rumah seperti wanita karir menjadi pilihan bagi para ibu masa kini. Meskipun kesetaraan gender menekankan pentingnya pengakuan bahwa wanita setara dengan laki-laki dalam bidang apapun, tetap saja seorang ibu adalah ibu bagi anak-anaknya.

Badan WHO telah menyadari bahaya yang mengintai anak-anak zaman sekarang di negara yang para ibunya bekerja di luar rumah. Badan WHO menganjurkan agar ibu meluangkan waktunya di tiga tahun pertama pasca kelahiran bayi. Ada 12 juta kasus perceraian di dunia merupakan akibat kesibukan ibu di dunia pekerjaan.

Sembilan puluh persen (90%) para ibu (yang menjawab angket yang disebarkan ke beberapa negara Timur Tengah) mengakui adanya dampak negatif akibat profesi ibu atau bila ibu sering meninggalkan anak keluar rumah.

Sebagian ibu berpendapat bahwa bila ibu bisa mengatur waktu dengan baik dan mempersiapkan kebutuhan anak, hal ini bisa mengurangi dampak negatif. Dengan syarat ibu meninggalkan anak tidak dalam waktu lama. Sebagian ibu lainnya berkomentar bahwa dampak negatif tersebut berbeda-beda sesuai usia anak.

Berikut ini saran dan nasihat untuk mengurangi dampak negatif akibat kesibukan ibu bekerja dari buku Ensiklopedi Pendidikan Anak:

  1. Bila anak ditinggal bersama nenek (dititipkan), beritahukan kepada anak bahwa nenek juga sama baiknya dengan ibu. Tumbuhkan rasa cinta anak dengan mengajarinya memberi hadiah kepada nenek, ceritakan tentang kebaikan-kebaikan nenek, dan semisalnya.
  2. Ketika anak mulai masuk sekolah, kondisi anak mengalami perubahan. Saat itu, anak membutuhkan kedisiplinan dalam belajar dan kasih sayang orang tua. Perhatian yang diberikan ibu harus lebih dari perhatian pada masalah kebersihan, makanan, dan permasalahan anak. Akan tetapi perhatian yang bermakna lebih luas, mendalam, dan halus.
  3. Pergunakan waktu yang tersedia untuk bermain, bersenda gurau, dan hal-hal lain yang bermanfaat bagi anak
  4. Ketika anak sudah berusia tiga tahun, mulailah menyampaikan pesan secara tidak langsung bahwa ibu bekerja di luar rumah demi anak, bukan karena harta.
  5. Sesungguhnya, seorang ibu yang bekerja di luar rumah membutuhkan kemantapan hati dan manajemen waktu yang bijaksana.
  6. Pekerjaan ibu di luar rumah bisa dilaksanakan apabila anak sudah bisa berjalan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari “perpisahan sementara” orang tua dan anak.
  7. Ketika ibu ingin meninggalkan anak, seharusnya dilakukan secara bertahap, sementara, dan memperhatikan perubahan perilaku anak setelah dititipkan kepada nenek, baby sitter, atau tempat penitipan anak.
  8. Penggantian kehadiran ibu sebaiknya orang yang tetap, tidak berubah-ubah. Karena bila pengganti ibu itu selalu berubah, maka anak akan tidak tenang. Kadang anak akan menjadi bersikap suka memusuhi orang lain dan pembangkang
  9. Menitipkan anak di saat ibu terpaksa harus bekerja sebaiknya tidak membuat ibu melalaikan perannya sebagai seorang ibu. Sedangkan pengganti ibu hanya berperan sebagai pelengkap. Seorang ibu harus mencurahkan kasih sayang kepada anak ketika ia bersama anak, sebagai pengganti curahan kasih sayang yang tertunda sewaktu mereka tidak bertemu.

Check Also

UGM Buka Ajang Bisnis Pemuda ASEAN, AYSPP 2017

UGM Buka AYSPP, Ajang Bisnis Pemuda ASEAN

Edupost.id – Kompetisi bertaraf internasional, ASEAN Youth Socialprenuership Program (AYSPP) yang digelar Universitas Gadjah Mada (UGM) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *