Jumat , 20 Januari 2017
Home / Parenting / Kebiasaan Mendisiplinkan Anak
Orangtua sedang berkomunikasi dengan anak
Ilustrasi. Orangtua sedang berkomunikasi dengan anak

Kebiasaan Mendisiplinkan Anak

Edupost.id – Selain menyepakati hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, orang tua dan anak juga menyepakati konsekuensi melanggar aturan. Konsekuensi yang berarti anak mengetahui bahwa perilaku buruk dan melanggar kesepakatan. Seperti yang di lansir dalam “Bangun Kebiasaan Baik Anak,” oleh Danu.H

Membangun Kesadaran Anak

Buatlah kesadaran pada anak bahwa dia memang membutuhkan atau mendapatkan manfaat dari hal yang telah dia sepakati. Bukan untuk kepentingan atau kebutuhan orang tuanya melainkan untuk kebaikanya sendiri.

Membuat Kesepakatan

Jika minat dan kesadaran sudah tumbuh, buatlah aturan main yang di sesuaikan dengan usiannya. Misalnya, dirinya mulai menyadari ruang yang rapi itu menyenangkan. Jika ia masih berusia balita cukup di ajak menaruh mainannya kembali kekotak mainannya.

Membantu Anak Merefleksikan Tindakan

Refleksi ini membutuhkan peran orangtua sebagai pembina dalam suatu percakapan, sehingga anak mau bercerita kegiatannya sehari-hari. Refleksi ini harusnya menjadi rutinitas harian bersama anak, dengan waktu refleksi yang ditentukan hanya 10 hingga 20 menit saja.

Menegakan Konsekuensi

Sebetulnya konsekuensi itu adalah langkah akhir. jika semua tahap sudah terlaksanakan, akan jarang konsekuensi dilakukan bahkan tidak diperlukan. Dalam menjalankan disiplin positif, jangan memberikan janji atau iming hadiah, karna dapat membuat anak mengulangi kesalahannya disaat yang tidak dapat di tentukan. (Ica)

Check Also

Akademi Treenspira: Bentuk Pelajar Berkarakter, Unggul, dan Inspiratif

Empat Manfaat Dominan Sistem Belajar Moving Class

Edupost.id- Moving Class merupakan sistem belajar bercirikan siswa yang mendatangi guru di kelas bukan sebaliknya, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *