Minggu , 22 Januari 2017
Home / Parenting / Kiat Orangtua Menghindari Kecemburuan Kakak pada Adiknya
Kakak cemburu pada adiknya
Ilustrasi. Kakak cemburu pada adiknya (foto: kidzedge)

Kiat Orangtua Menghindari Kecemburuan Kakak pada Adiknya

Edupost.id, Bogor – Cemburu merupakan salah satu bentuk emosi yang dimiliki manusia. Namun, untuk balita atau batita, rasa tersebut dapat muncul ketika adiknya sudah lahir. Terkadang orangtua sulit untuk menghadapi anaknya yang cemburu dengan adik. Manajer SDM dan Kurikulim LPIT Insan Permata Malang, Sri Susanti Tjahjadini, memberikan kiat bagi orangtua menghadapi anak yang cemburu dengan adiknya yang baru lahir.

“Balita dan batita, mungkin belum dapat memahami arti cemburu tapi mereka sudah merasakannya. Perasaan yang lebih dan ketakutan tidak mendapat perhatian ketika adiknya lahir. Karena dulu orangtua pasti perhatian dan sekarang hal itu harus dibagi dengan adiknya,” jelasnya kepada Edupost.id, (27/4).

Jadi ada beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua yaitu:

1. Libatkan anak

Semasa kehamilan, orangtua dapat memulai mengedukasi anak pertama tentang kehadiran adiknya. Ajak anak untuk ikut saat melakukan pemeriksaan ke bidan atau dokter. Anak juga dapat dilibatkan ketika orangtua sedang berbelanja perlengkapan adiknya. Ketika adiknya sudah lahir, banggakan anak sebagai seorang kakak. Seperti dengan melibatkannya dalam hal kecil saat ibu sedang memberi asi. Hal kecil lainnya yaitu meminta tolong anak untuk mengambil baju adiknya. Tanamkan pada anak hal tersebut bukan beban tapi sebuah kebanggaan menjadi seorang kakak. Berikan pengertian juga bahwa adiknya masih bayi dan membutuhkan bantuannya.

2. Waspada perubahan rutinitas

Hindari perubahan rutinitas yang begitu ekstrim, terutama yang membuat anak tidak diperhatikan. “Misalnya mungkin saat mandi ditemani bunda. Nah, pada saat bunda masih mengurusi si kecil, beri pemahaman bahwa ada seseorang yang bertugas menggantikannya untuk memandikan si kecil,” terangnya. Penjelasan tersebut bukan pada saat sedang mandi, namun saat sedang berbincang di kamar atau di ruang tamu. Atau penjelasan merupakan bagian pembelajaran saat adiknya hendak lahir.

3. Tahan emosi

Jangan hadapi cemburu anak dengan emosi berlebih. Hal tersebut dapat memperparah rasa kehilangan. Lakukan segala kegiatan yang berhubungan dengannya dan adik dengan santai. “Coba meneropong dari sudut yang dirasakan seorang anak kecil,” tegasnya.

4. Berikan pemahaman

Berbincanglah dengan anak dan berikan pemahaman bahwa orangtua tetap mencintainya. “Bangun selalu bonding kakak dengan adiknya,” tambahnya.

“Mungkin saran untuk yang menjenguk. Jika kita tahu bahwa jarak kaka dan adik ini dekat, maka sebaiknya kakak juga diberikan kado menarik. Jadi tidak hanya kado untuk bayi yang baru dijenguk. Beri selamat padanya jika sudah menjadi kakak yang hebat,” ungkapnya. Santi menilai bahwa kondisi tersebut memang biasa terjadi. Namun lamanya tergantung waktu dan bagaimana cara orangtua dapat mengatasinya. Sementara untuk dampaknya bagi anak, tentu ada perubahan perilaku dan emosi karena merasa dibedakan. (Nisa)

Check Also

Resmi Terbentuk, IGMP Matematika Akan Gelar Konferensi Internasional Matematika

Edupost.ID – Guru matematika di seluruh Indonesia saat ini sudah terwadahi dalam sebuah organisasi baru, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *