Selasa , 24 Januari 2017
Home / Parenting / Lima Cara Jitu Mendisiplinkan Anak Anda
Empat-Cara-Orangtua-Batu-Anak-Adaptasi-di-Sekolah-Baru
Ilustrasi: Orangtua sedang Mengarahkan Anak. (Foto: chicagotribune)

Lima Cara Jitu Mendisiplinkan Anak Anda

Edupost.id – Melatih kedisiplinan anak memang bukan hal yang mudah, karena ada tipe anak yang sedikit ‘sulit diatur’. Selain itu, bisa juga karena kurangnya ilmu yang dimiliki orang tua sehingga mendisiplinkan anak menjadi kegiatan yang tampak menyusahkan. Berikut ini 5 cara jitu untuk mendisiplinkan anak dari dr. Phillips.

  1. Komitmen diri

Orang tua juga harus berkomitmen terhadap dirinya sendiri untuk bersikap disiplin. Bila orang tua menyuruh anak disiplin dalam bangun pagi, maka orang tua perlu melakukan hal yang sama. Bila orang tua justru yang tidak komitmen, maka anak semakin sulit menerima ajakan orang tua untuk hidup disiplin.

2. Buatlah target yang realistis untuk anak anda

Jangan minta anak Anda untuk melakukan apa yang tidak bisa dia lakukan. Pastikan bahwa apa yang Anda minta untuk anak Anda lakukanl, adalah sesuai kemampuannya. Jika tidak, anak Anda akan merasa frustrasi dan lebih kecil kemungkinannya untuk mendengarkan Anda di kemudian hari.

3. Ajarkan Anak Anda paham konsekuensi dari suatu perbuatan

Sangat penting bagi anak Anda untuk memahami bahwa hasil yang sama akan datang dari perilaku yang sama. Hal ini akan membuat anak Anda memiliki kontrol atas hidup mereka. Jika anak Anda berperilaku “Secara A”, mereka harus paham bahwa mereka akan selalu mendapatkan “Konsekuensi B.” Jika anak sudah terbiasa memahami konsekuensi atas suatu kejadian, maka mereka juga akan terbiasa mengatur diri mereka ke arah lebih baik. Inilah modal awal melatih kedisiplinan anak.

4. Pahamkan anak sesuai dengan logikanya atau kemampuan berpikirnya

Sampaikan kepada  anak Anda, nilai-nilai apa saja yang harus dicapai anak. Lalu jelaskan alasannya sesuai logika dan kemampuan berpikir anak. Orang tua perlu menjelaskan alasan di balik mengapa meminta anak untuk berperilaku dengan cara tertentu. Hal ini akan lebih meresap ke hati dan pikiran anak sehingga hasilnya kan lebih efektif dibandingkan meminta anak berubah secara tiba-tiba.

5. Beri reward bila anak berperilaku baik

Reward atau hadiah tidak harus selalu berbentuk uang atau barang, bahkan pujian pun sudah bisa memberi efektif yang berarti dibandingkan tidak diberi reward sama sekali. (ARR/EI)

Check Also

Institut Pertanian Bogor (IPB)

IPB Tuan Rumah Workshop Kedokteran Hewan Indonesia dan Jepang

Edupost.Id- Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi tuan rumah dalam acara workshop …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *