Jumat , 31 Maret 2017
Home / Parenting / Lima Cara Menghadapi Anak Ketika Rewel
Menangis, berteriak dan melempar barang merupakan carai mengekspresikan keinginan anak-anak. ilustrasi : brightbabyhood

Lima Cara Menghadapi Anak Ketika Rewel

Edupost.ID – Anak adalah sumber kebahagiaan setiap orang tua. Namun, kadang ada beberapa tingkah anak yang membuat orang tua kewalahan menghadapinya. Terlebih anak balita sering mengekspresikan keinginannya dengan cara yang berlebihan, seperti menangis, berteriak, atau melempar barang. Berikut ini lima cara yang bisa dilakukan orang tua untuk menghadapi anak ketika rewel, seperti dilansir Parents.

  1. Buat aturan sejak awal

Saat anak sedang tenang, buatlah peraturan bersamanya bahwa bila anak sedang memiliki suatu keinginan maka tidak boleh diungkapkan dengan menangis tapi disampaikan saja dengan jelas. Jika suatu hari dia merengek , anda berusaha menjaga ekspresi wajah anda agar tetap tenang dan tidak terpengaruh. Sampaikan padanya bahwa anda tidak bisa memahami apa keinginannya jika terus menangis, mintalah ia untuk berhenti menangis dan menyampaikan dengan jelas keinginannya.

  1. Ajari anak cara meminta sesuatu

Anda harus mengajarinya kata-kata tertentu untuk digunakan saat dia ingin memberitahu Anda bahwa dia lelah, lapar, bosan, atau frustrasi. “Anak-anak benar-benar ingin melakukan apa yang benar,” kata Borba. “Tapi terlalu sering, kita keliru menganggap bahwa mereka tahu apa yang benar. Ketika Anda menunjukkan kepada mereka, mereka memiliki model untuk menyalin.”

  1. Beri pujian jika anak bisa tenang

Jika anak mau berhenti menangis dan menyampaikan keinginannya dengan jelas selanjutnya berilah pujian agar ia anak senang dan termotivasi untuk selalu bersikap demikian.

  1. Orang tua harus sabar dan optimis

Meskipun di awal terasa kurang efektif dan tidak ada perubahan pada diri anak, orang tua perlu tetap bersabar dan optimis bahwa esok akan lebih baik. Semua hal membutuhkan waktu untuk berproses begitupula anak. Suatu saat mereka akan terlatih dengan pola asuh yang orang tua terapkan tersebut.

  1. Alihkan perhatian dan energi anak ke hal lain

Kadang anak sulit melupakan keinginannya dan tetap bersikeras dengan hal itu. Karena itu, orang tua juga perlu menyiapkan aktivitas lainnya, seperti mengajaknya bermain dan membaca buku favoritnya. Saat bermain, buatlah seolah-olah anak yang menang sehingga ia bersemangat dengan permainan yang ada dan melupakan keinginannya semula. (IK-SS)

Check Also

lomba karya tulis internasional

Lomba Karya Tulis Internasional bagi Anak-anak dan Remaja

Edupost.id – Lomba Karya Tulis Internasional bagi Anak-anak dan Remaja ini diadakan oleh Departemen Pengembangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *