Selasa , 30 Mei 2017
Home / Parenting / Lima Cara Orangtua Disiplinkan Anak Autis
Lima-Cara-Orangtua-Disiplinkan-Anak-Autis
Ilustrasi: Anak Autis. (Foto: ytimg)

Lima Cara Orangtua Disiplinkan Anak Autis

Edupost.id – Mendisiplinkan anak autis memang sulit, namun terdapat lima cara bagi orangtua untuk mendisiplinkan anak autis. Kadang sulit bagi orangtua menentukan cara terbaik mengatur perilaku mereka. Mendisiplinkan lebih dari sekadar menghukum karena nakal, tetapi mengubah tingkah laku buruk menjadi sesuatu yang lebih konstruktif.

Berikut lima cara orangtua mendisiplinkan anak autisnya:

1. Jangan lupa bahwa, di atas segalanya, anak autis tetap seorang anak

Seperti dilansir dari Wikihow, setiap anak yang diberikan memiliki pilihan, kebiasaan, perilaku, dan reaksi mereka sendiri. Setiap anak mempunyai hal-hal yang tidak mereka sukai, dan juga yang mereka suka. Autistik tidak mengubah kenyataan itu. Teknik mendisiplinkan yang anda gunakan seharusnya adalah pendekatan tingkah laku sulit dengan pemahaman. Fokus pada penyediaan dukungan yang dibutuhkan anak untuk mengendalikan diri mereka sendiri dan mengubah perilaku “nakal” menjadi tindakan yang lebih konstruktif.

2. Bersabarlah

Meskipun kadang anda menjadi frustrasi ketika mencoba memahami tingkah laku anak, namun penting untuk mengingat bahwa kuncinya adalah sabar. Seiring waktu, dengan menggunakan strategi yang dibahas di bawah ini, anak anda yang autis akan mempelajari cara yang lebih baik untuk bertingkah laku. Seiring waktu, dengan menggunakan strategi yang dibahas di bawah ini, anak anda yang autis akan mempelajari cara yang lebih baik untuk bertingkah laku. Hal ini tidak akan terjadi dalam semalam.

3. Terus fokus

Ingatlah bahwa banyak hal dari usaha “mendisiplinkan” melibatkan dorongan tingkah laku yang benar dalam diri anak, berlawanan dengan menghukum perilaku yang salah. Bicarakan dengan anak untuk mengidentifikasi apa yang tidak pantas dan berikan alternatif yang pantas (dibahas di bawah). Semakin kuat anda menanamkan tingkah laku yang baik, semakin sering tingkah laku tersebut akan diterapkan oleh anak.

4. Tangani krisis dengan hati-hati

Banyak dari apa yang anda pikir sebagai “tingkah laku buruk” pada anak autis muncul dalam bentuk krisis. Kadang sangat sulit bereaksi terhadap hal ini bila berhadapan dengan anak yang lebih kecil atau yang tidak menggunakan komunikasi verbal untuk berekspresi ketika mereka kesal. Apa yang mungkin tampak seperti amukan “tingkah laku buruk” pada beberapa anak sebenarnya adalah usaha untuk mengekspresikan kebutuhan mereka, menghadapi pengalaman sensoris yang meresahkan, atau menangani stres.

5. Jangan berteriak pada anak

Berteriak pada anak, mencoba menjadi orangtua yang suka memerintah atau menunjukkan terlalu banyak kekuasaan dapat membuat anak cemas dan bingung. Ketika menghadapi kecemasan, anak bisa menjadi sangat gelisah dan kacau. Mungkin mereka mulai menunjukkan amarah, berteriak atau menjerit. Penting bagi anda untuk menjaga agar suara tetap rendah, meskipun sangat frustrasi. (Nisa)

Check Also

Orang tua Perlu Batasi Anak dari Informasi Hoax

Edupost.id- Hingga saat ini informasi hoax mudah tersebar di berbagai media. Sudah bukan hal yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *