Sabtu , 21 Oktober 2017
Home / Parenting / Lima Manfaat Dongeng bagi Perkembangan Anak
Collaborative-Learning-Asah-Kemampuan-Komunikasi-Siswa-di-Kelas
Ilustrasi: Collaborative Learning. (Foto: ctvnews)

Lima Manfaat Dongeng bagi Perkembangan Anak

Edupost.id – Mendongeng juga bermanfaat dan berdampak positif bagi orang tua, guru, atau siapapun yang menjadi pendongeng. Agus DS, dalam bukunya “Tips Jitu Mendongeng” menuliskan lima manfaat mendongeng bagi perkembangan pola pikir anak.

1. Mengembangkan daya imajinasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir abstrak anak

Pada dasarnya anak memang bisa membayangkan dan ‘menghidupkan’ suatu kejadian dalam fantasinya. Misalnya, dengan kain sarung yang diikatkan ke lehernya ia sudah merasa bisa terbang, walau kenyataannya hanya berlari-larian di taman atau di dalam rumah.

Dengan dmikian, dongeng mampu mengembangkan daya imajinasi dengan membayangkan seolah-olah ia bisa terbang. Daya kreativitasnya muncul seiring dengan mengikatkan sarung di lehernya. Selanjutnya, anak akan merasa bahwa ia adalah Superman yang siap beraksi seperti yang ia lihat di televisi.

2. Menjalin interaksi yang akrab antara anak dan orang tua

Melalui aktivitas mendongeng, orang tua dapat menjajaki pemahaman anak terhadap suatu hal. Setelah memasuki suasana mendongeng, orang tua akan memahami keadaan anak, baik sikap, watak maupun tabiat. Dengan mendongeng, anak akan menjadi bisa mengungkapkan pendapat. Sementara itu, orang tua akan lebih memahami apa yang dipikirkan dan diinginkan anak.

3. Melatih kecerdasan emosi dan kepekaan sosial

Mendongeng juga salah satu cara mengajak anak belajar berempati pada penderitaan orang lain. Secara halus dan tanpa sadar, melalui dongeng sebenarnya anak sedang diajarkan dan dibiasakan berlatih mengerti dan berusaha tenang menghadapi berbagai situasi. Hal ini akan mengarahkan kepekaan anak terhaap kepentingan sosial yang ada.

4. Meningkatkan serta menunjang perkembangan moral

Saat mendongeng, orang tua dapat memilih tema tentang kebaikan yang dialamimdalam kehidupan sehari-hari, misalnya tentang menolong sesama. Dengan cara itu diharapkan orang tua dapat lebih mudah menjelaskan dan mengajak anak lebih peduli terhadap sesama.

Dengan menampilkan tokoh-tokoh yang akrab dengan anak, maka anak akan lebih memperhatikan dongeng yang diceritakan. Terangkanlah alasan mengapa kita harus saling menolong, tentunya dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak.

5. Menanamkan motivasi dan proses identifikasi yang positif

Anak akan lebih mudah meniru keteladanan tokoh dongeng yang didengarnya. Sifat keteladanan tokoh diharapkan akan menjadi motivasi yang positif bagi dirinya. Dengan mengidolakan seorang tokoh kesayangannya, secara tidak langsung anak akan meniru segala yang ada pada si tokoh, mulai kostumnya, cara bicaranya, tingkah lakunya, dan sebagainya.  (Andi)

Check Also

anak mandiri

Empat Faktor yang Pengaruhi Kecerdasan Anak

Edupost.id – Di sekitar kita ada banyak orang yang tampaknya dilahirkan dengan kecerdasan luar biasa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *