Senin , 20 Februari 2017
Home / Parenting / Orang tua Perlu Batasi Anak dari Informasi Hoax
Anak kecanduan gadget. ilustrasi dok. livestrong

Orang tua Perlu Batasi Anak dari Informasi Hoax

Edupost.id- Hingga saat ini informasi hoax mudah tersebar di berbagai media. Sudah bukan hal yang baru melihat anak menjadi korban kesalahan mendidik. Anak masih belum bisa memilah mana berita yang benar maupun yang palsu atau hoax.

Yudi Suharsono, Psikologi dari Universitas Muhamadiyah Malang, menjelaskan, sebagai pembimbing anak di rumah, orang tua harus membatasi dan menjadikan kegiatan belajar anak sebagai pagar bagi anak terhadap informasi hoax.

“Bukan hanya guru di sekolah yang diharuskan memberikan materi dan pengertian terhadap informasi pada anak dari media sosial mapun materi disekolahnya. Tapi justru orang tua yang memiliki peran penting, dengan waktu yang lebih banyak pada anak,” ujar Yudi kepada Edupost.id (3/2).

Informasi hoax atau penerapan media sosial yang tak jelas sumbernya, saat ini lebih banyak terjangkit pada anak kalangan remaja atau tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal tersebut yang menimbulkan resah dan ketakutan bagi para guru maupun para pemerhati anak.

Yudi juga menjelaskan upaya orang tua sebagai pembimbing anak di luar maupun dalam rumah, harus bisa terlebih dahulu menyerap apa yang tersampaikan pada anak. “Menjauhkan anak dari isu yang tidak penting dan menjadi penyaring informasi yang datang kepada anak,” ungkap Yudi.

Sementara itu, jika isu yang diterima anak terkait hubungan tenggang rasa atau toleransi sangat ramai diperbincangkan. “Melakukan kontrol pada media sosial maupun akun pribadi anak. Upaya preventif di sekolahmaupun dirumah mengenai kapan mereka boleh menggunakan ponsel,” tuturnya.  (Inan)

Check Also

Hati - hati, Anak - anak Bisa Kecanduan Televisi

Hati – hati, Anak – anak Bisa Kecanduan Televisi

Edupost.ID – Di era saat ini, orang tua harus maskin berhati – hati dalam mengasuh …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *