Kamis , 21 Juni 2018
Home / Parenting / Orang Tua Zaman Now Tak Boleh Jauhkan Anak dari Gadget

Orang Tua Zaman Now Tak Boleh Jauhkan Anak dari Gadget

Edupost.id – Mendidik anak di era digital memiliki tantangan tersendiri bagi orangtua. Dengan smartphobe yang dimiliki, tak jarang seorang anak lebih pandai dibanding orangtuanya. Meski demikian, orangtua tetaplah harus mampu mengontrol perilaku anak-anaknya.

Kepala SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta, Agung Widiyantoro, mengatakan orangtua tetap tidak boleh menjauhkan anak-anaknya dari teknologi smartphone. Smartphone menurut Agung adalah bagian perkembangan teknologi yang harus dikenal oleh anak.

“Orangtua mestinya tidak jauhkan teknologi ke anak-anak. Namun, orangtua harus menjadi filter bagi anaknya. Misalnya anak membuka aplikasi yang tidak baik untuk perkembangan anak, maka orangtua harus mengarahkan anaknya untuk tidak membuka aplikasi itu,” terang Agung.

Hal ini diungkapkan Agung di sela-sela acara Try out SD/MI 2018 dan Parenting SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta, Minggu (4/2) di kampus Al Azhar Yogyakarta. Acara ini mengusubg tema “Menjadi Orangtua yabg Cerdas, Mawas, dan Tangguh Di Era Digital”.

Ditambahkan Agung, tugas utama orangtua di era digital harus menjadi filter bagi anak. Anak harus mendapat ruang untuk mengenal teknologi, tapi tidak boleh terjerumus dalam dampak buruk teknologi.

Melalui talkshow parenting ini, SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta ingin memberikan bekal orangtua dalam mendampingi anak-anaknya di era digital. Hadir dua pembicara dalam talkshow ini, yaitu Prof. Dr. M. Suyanto, MM., (Rektor Universitas Amikom Yogyakarta dan Dewan Pakar Sekolah Al Azhar Yogyakarta), serta Drs. Dwiyono Iriyanto, MM. CPC (Dosen Universitas Amikom Yogyakarta dan Inspirator).

Prof. Suyanto dalam paparannya mengatakan, di era kecanggihan teknologi orangtua juga harus mampu menggunakan teknologi untuk mendidik anak. Menurutnya, teknologi sebenarnya sangat berdampak positif jika mampu menggunakannya dengan baik.

“Anak saya main game yang mendidik, seperti game membangun bangunan, dan menanam. Ini kan bagus untuk perkembangan anak,” ujarnya.

Sementara, Dwi Iriyanto menambahkan, orangtua harus melakukan komunikasi dengannanak secaa empati. Orangtua harus membangun persepsi positif kepada anak, jangan sampai meruntuhkan cita-cita dan motivasi anak.

“Kita harus membangun diri kita dan anak-anak kita dengan persepsi yang positif. Jangan pernah anak-anak kita punya persepsi sempit,” ujarnya.

Try Out ini diikuti oleh 360 siswa kelas 6 SD/MI di Yogyakarta. Peserta try out dengan nilai tertinggi akan mendapat fasilitas bebas biaya masuk dan bebas tes masuk SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta. (Andi)

Check Also

Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan

UAD Jadi PTS Terbaik 2018 Versi SINTA

Edupost.id – Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Kasiyarno mengatakan, kampusnya telah menjadi Perguruan Tinggi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=