Sabtu , 22 Juli 2017
Home / Parenting / Orangtua Over Protective, Anak Jadi Sulit Mandiri
ortu-overprotective
Orangtua Over Protective, Anak Jadi Sulit mandiri (adsontv)

Orangtua Over Protective, Anak Jadi Sulit Mandiri

Edupost.id – Semua orangtua tentu mengharapkan hal terbaik untuk buah hatinya dan bersedia menjaganya dari sesuatu yang membahayakannya . Namun, perlindungan yang berlebihan (overprotective) memberi efek buruk bagi perkembangan anak, menyebabkannya menjadi sulit mandiri.

Hal ini seperti yang disampaikan Psikolog dari Unair, Dewi Retno Suminar. Menurutnya, di sejumlah kota besar, sikap over protective ini masih terlihat.

Wakil Dekan Fakultas Psikologi tersebut menilai di beberapa sekolah yang berlokasi di pusat kota, kadang terlihat pemandangan ini. Orang tua menunggui anak-anaknya di luar pagar sekolah. Di jam istirahat, anak-anak mengerumini orang tua di sekitar gerbang sekolah. Sekadar untuk mengobrol, minta uang jajan, atau curhat. “Kalau sikapnya begitu, bagaimana anak bisa lekas mandiri?” terangnya.

Dewi menyebutkan, orang tua kadang campur tangan tentang guru yang mengajar siswa. Pernah, di suatu kota, terdapat mutasi guru besar-besaran, orang tua protes. Karena orang tua menganggap, guru yang selama ini mengajari anaknya sudah mapan dan baik. Mereka khawatir, guru baru akan membuat kualitas anak jadi menurun. Menurut Dewi, saat menyekolahkan anak di suatu tempat, orang tua perlu sepakat dengan sistem yang ada di sekolah tersebut. Bila yang dipilih adalah sekolah negeri, mutasi antar sekolah menjadi hal lumrah.

“Di masyarakat, kita tidak bisa memilih untuk hanya bersosialisasi dengan orang-orang tertentu. Maksudnya, kita harus siap bila suatu saat berjumpa dengan orang-orang yang tidak diduga. Nah, pelajaran untuk beradaptasi dengan orang baru itu bisa dimulai sejak di sekolah,” ujar Dewi.

Untuk memecahkan persoalan sikap over protective tersebut, lanjut Dewi, dibutuhkan treatment khusus. Ia menekankan, masyarakat dan orang tua perlu disadarkan tentang pentingnya mempercayai sekolah yang sudah dipilih sendiri dan meyakini kemampuan yang dimiliki anak. (Unair/ IK-SS)

Check Also

Media Sosial Facebook dan Twitter Dapat Merusak Karir

Lima Manfaat Positif Berikan Ponsel pada Anak Remaja

Edupost.id- Ketakutan orang tua terhadap kebiasaan anak memiliki ponsel yakni, takut anak melihat konen porno, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *