Sabtu , 21 Januari 2017
Home / Parenting / Sekolah Alam dan Montessori, Ini Perbedaannya
Sekolah-Alam-vs-Montessori-Ini-Perbedaannya.jpg
Sekolah Montessori. (Foto: wikipedia)

Sekolah Alam dan Montessori, Ini Perbedaannya

Edupost.id –  Antara sekolah alam dan sekolah montessori tentu berbeda baik dalam kurikulum maupun sistem belajar mengajarnya. Seperti dilansir Parenting Indonesia, terdapat perbedaan yang signifikan antara sekolah alam dan montessori.

A. Sekolah Alam

Sekolah alam merupakan bentuk pendidikan alternatif yang menggunakan alam sebagai media utama pembelajaran siswa. Disini, anak belajar dari semua makhluk yang ada di alam semesta. Dalam konsep pendidikan sekolah alam, terdapat tiga fungsi yaitu alam sebagai ruang belajar, media dan bahan mengajar serta objek pembelajaran.

a. Ciri khas sekolah

1. Biasanya murid lebih banyak belajar di alam terbuka

2. Metode belajar mengajar lebih banyak menggunakan action learning yaitu anak belajar dari pengalaman

3. Murid belajar lebih bersemangat dam aktif sehingga terhindar dari rasa bosan

4. Terbangunnya rasa kepedulian dengan lingkunagn dan dapat menerapkan pengetahuan yang dipelajarinya

b. Kelebihan dan kekurangan sekolah alam serta karakteristik murid

1. Kelebihan dari sekolah alam yaitu meninggalkan sistem belajar mengajar konvensional

2. Selain itu, ruang kelas terbuka sehingga tidak mengungkung anak di dalam empat sisi dinding

3. Sementara untuk kekurangannya yaitu anak dengan gaya belajar visual akan mudah terganggu

4. Anak yang secara seimbang dapat menggunakan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik

B. Sekolah Montessori

Metode montesossri didasarkan pada suatu pendekatan bahwa anak megalami masa peka atau mencapai kematangan tertentu. Sekolah ini biasanya menekankan pada kemandirian, kebebasan dengan batasan, dan perkembangan setiap murid dihargai sebagai sesuatu yang unik.

a. Ciri khas sekolah

1. Sekolah ini mencampur anak usia 2,5 – 6 tahun dalam satu kelas karena yang kecil belajar dari yang besar

2. Murid diperbolehkan memilih kegiatannya sendiri

3. Guru tidak memberi instruksi, tapi menjelaskan saat ditanya

4. Terdapat keteraturan antara belajar dan istirahat pada waktu yang tepat

5. Menyediakan materi belajar yang dibutuhkan anak pada setiap tahap perkembangannya

6. Lingkungan belajar memfasilitasi gerakan fisik yang dibutuhkan anak

7. Seluruh fasilitas dibuat sesuai ukuran anak untuk membangun kemandirian

b. Kelebihan dan kekurangan sekolah montessori serta karakteristik murid

1. Masa peka anak mendapat rangsangan yang maksimal

2. Metode mengajar non tutorial memudahkan anak untuk menyerap informasi

3. Metode ini tidak digunakan pada sekolah umum, sehingga anak yang melanjut ke sekolah umum harus beradaptasi lagi

4. Karakteristik anak untuk sekolah montessori dengan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. (Nisa)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *