Selasa , 21 November 2017
Home / Parenting / Tantrum Sebenarnya Bermanfaat Positif, Ini Alasannya
Tantrum Sebenarnya Bermanfaat Positif, Ini Alasannya
Tantrum Sebenarnya Bermanfaat Positif, Ini Alasannya

Tantrum Sebenarnya Bermanfaat Positif, Ini Alasannya

Edupost.id – Tantrum atau marah sambil menjerit-jerit atau menangis merupakan hal wajar yang dialami anak usia balita. Meski cukup menyusahkan orangtua, tantrum memiliki manfaat bagi kecerdasan emosional anak. Berikut ini  alasan mengapa tantrum sebenarnya bermanfaat positif seperti yang Edupost rangkum dari Parents.

1. Tantrum sebaiknya dikeluarkan

Air mata mengandung kortisol, hormon stres. Saat anak menangis, maka saat itu anak sedang melepaskan stres dari tubuh. Air mata juga diketahui menurunkan tekanan darah dan memperbaiki mood. Karena itu, setelah anak reda tantrumnya, anak akan memiliki mood lebih baik. Sebaiknya jangan menghambat anak yang sedang tantrum agar ia bisa memproses perasaannya.

2. Menangis membuat anak belajar

Umumnya saat anak berusaha melakukan sesuatu dan tidak berhasil, ia mengekspresikan frustasinya dengan menangis. Ternyata cara tersebut bisa membantunya belajar hal baru. ‘Belajar adalah hal yang alami pada anak seperti halnya bernapas. Saat ia tidak bisa berkonsentrasi atau mendengar, biasanya ada masalah emosi sehingga menghambat perkembangannya,” ujar Patty Wipfler, pendiri Hand in Hand Parenting.

3. Anak tidur lebih nyenyak

Emosi yang tidak dikeluarkan bisa meledak saat otaknya beristirahat. Seperti orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami gangguan tidur karena stres atau sedang memproses sesuatu dalam hidupnya. Membiarkan anak mengalami tantrum sampai ia tenang akan meningkatkan rasa tenang sehingga ia pun bisa tidur nyenyak di malam hari.

4. Orangtua belajar berkata “tidak” 

Biasanya anak menjadi tantrum karena orangtuanya tidak memenuhi permintaannya. Itu adalah hal yang baik. Berkata “tidak” akan memberi anak batasan tentang perilaku yang baik dan tidak. Berani mengatakan “tidak” juga berarti kita tidak takut menghadapi reaksi anak dan emosinya.

5. Anak bisa mengungkapkan perasaannya

Pada kebanyakan kasus, tantrum adalah ekspresi anak terhadap kata “tidak” dari orangtuanya. Anda bisa tetap tegas dan membantunya menghadapi rasa kecewa. Dengan demikian anak akan merasakan cinta dan hubungan yang memang dibutuhkannya. Membiarkan anak mengalami tantrum bisa menjadi hadiah agar ia bisa melepaskan frustasinya dan mengungkapkan perasaannya.

Check Also

anak mandiri

Empat Faktor yang Pengaruhi Kecerdasan Anak

Edupost.id – Di sekitar kita ada banyak orang yang tampaknya dilahirkan dengan kecerdasan luar biasa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *