Senin , 5 Desember 2016
Home / Parenting / Tujuh Cara Mengatasi Anak Disleksia
Collaborative-Learning-Asah-Kemampuan-Komunikasi-Siswa-di-Kelas
Ilustrasi: Collaborative Learning. (Foto: ctvnews)

Tujuh Cara Mengatasi Anak Disleksia

Edupost.id- Kesulitan membaca pada anak disleksia biasanya terjadi karena adanya kesulitan teknis. Disleskia merupakan gangguan dalam perkembangan baca-tulis yang umumnya terjadi pada anak menginjak usia 4 hingga 8 tahun.

Misalnya, membaca dengan kata yang terbalik-balik seperti kata “on” tapi di baca “no”, seharusnya “jarang” tapi dibaca “ranjang”, dan lain sebagainya. Berikut cara mengatasi anak disleksia, yang dilansir dari buku “Multiple Intelligence” oleh M. Hariwijaya.

  1. Minta guru sekolah untuk selalu memberikan kesempatan membaca yang paling akhir agar ia dapat mendengarkan bacaan teman-temannya terlebih dahulu.
  1. Berikan tugas-tugas yang dapat merangsang kemampuan visual nya. Ajak guru untuk bekerja sama dengan hal ini.
  1. Minta guru sekolahnya agar soal-soal ujian dibuat dengan huruf yang lebih besar. Hal ini untuk mengatasi kemampuan penglihatannya yang menangkap obyek lebih kecil dari ukuran sebenarnya.
  1. Ajari anak membaca mulai dari hal-hal yang telah mereka kuasai. Misalnya, anda mulai dari pengenalan huruf, pengenalan suku kata, kata yang terdiri dari dua suku kata, dan seterusnya.
  1. Ajari anak dengan menggunakan metode dikte. Cobalah untuk mendiktekan kata atau kalimat dan minta anak menuliskannya. Minta anak membuat kalimat dan mendiktekan untuk anda. Tuliskan kata tersebut pada kertas dan setelah selesai, minta anak untuk membacakan nya kembali.
  1. Ajak anak untuk membaca bersama dan membaca keras. Secara perlahan-lahan, kurangi partisipasi anda sehingga anak yang akan lebih mendominasi.
  1. Ajak anak untuk membaca suatu wacana atau cerita yang menarik. Gunakan buku-buku yang disertai dengan ilustrasi agar anak lebih tertarik dan tidak mudah bosan. (Puji)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *