Senin , 19 Februari 2018
Home / Parenting / Tujuh Kesalahan Orangtua yang Membahayakan Anak
Orangtua sedang berkomunikasi dengan anak
Ilustrasi. Orangtua sedang berkomunikasi dengan anak

Tujuh Kesalahan Orangtua yang Membahayakan Anak

Edupost.id – Terkadang orangtua melakukan tindakan yang tanpa disadari justru membahayakan anaknya, bisa merusak kesehatan mental dan fisik anak dalam jangka waktu panjang. Namun, orangtua tidak menyadari kesalahan itu, karena mereka merasa tindakannya itu benar.

“Saya melihat begitu banyak niat baik yang sangat salah selama bertahun-tahun sehingga merugikan diri sendiri dan juga anak. Dampaknya bisa terjadi bunuh diri. Dalam kasus ekstrem, bahkan bisa terjadi pembunuhan,” kata Psikolog Anak dan Keluarga, Mike Leary, seperti dilansir Popsugar, Senin (29/1).

Mike menulis 7 daftar kesalahan pola asuh yang paling umum terjadi dilakukan orangtua kepada anak. Berikut adalah beberapa kesalahan paling umum yang bisa berbahaya bagi anak.

1. Memberi terlalu banyak pilihan

Banyak orang tua mengira anak harus selalu memiliki pilihan yang tak ada habisnya, padahal kenyataannya anak-anak bisa kewalahan jika mereka selalu diberi begitu banyak pilihan.

2. Memuji untuk segala yang mereka lakukan

Anak yang terlalu banyak mendapat pujian, tidak akan melakukan apapun kecuali jika ada imbalan.

3. Mencoba membuat anak bahagia

Tugas mereka adalah belajar bahagia, dan Anda tidak akan pernah bisa memaksa anak untuk bahagia.

4. Overprotektif

Anak-anak meyakini hasil akhir yang harus mereka dapat adalah kebahagiaan. Orangtua yang terlalu overprotektif terhadap anak dengan alasan melindungi anak dari bahaya, justru menyebabkan anak tak pernah menemukan kebahagiaan mereka.

5. Memberi banyak kegiatan

Banyak orangtua yakin aktivitas padat akan membuat anak terbebas dari masalah. Namun, kegiatan itu sering kali membuat si kecil terganggu.

6. Merahasiakan topik seputar seks

Sebagian besar orangtua takut membicarakan seks, dan memutuskan tidak mendiskusikannya dengan anak-anak. Tapi itu justru tidak menyelamatkan anak. Seringkali anak remaja hamil hanya untuk memamerkan kelihaian mereka pada orangtua.

7. Banyak kritik

Mengkritik anak bukanlah sebuah kesalahan, tapi kadang menuntut kesempurnaan lewat kritikan justru tidak menghasilkan apa-apa. Ingat, kesalahan yang dilakukan anak adalah bukti bahwa mereka adalah manusia biasa. Terlalu sering dikritik akan membuat anak tertekan bahkan hingga bunuh diri.    (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *