Selasa , 24 Januari 2017
Home / Poleksosbud / 34 Tim Berlaga di Festival Tari Anak Nasional 2016
34-Tim-Berlaga-di-Festival-Tari-Anak 
Ilustrasi: Penari Bali

34 Tim Berlaga di Festival Tari Anak Nasional 2016

Edupost.id – Sebanyak 34 tim penari berlaga di Festival Tari Anak Nasional 2016 beberapa waktu lalu di Pelataran Parkir Selatan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Acara yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Kesenian, Ditjen Kebudayaan ditujukan bagi anak berusia 8-12 tahun. Festival Nasional Tari Anak 2016 mengambil tema Lihat Aku Menari!

“Ini upaya untuk melahirkan banyak seniman handal dari seluruh Indonesia, anak-anak sebagai generasi emas Indonesia telah berpartisipasi dalam upaya penguatan jati diri dan pembangunan karakter bangsa,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy dalam siaran pers.

Menurut Muhadjir, Festival Nasional Tari Anak 2016 merupakan ajang silaturahim kebudayaan dengan semangat persahabatan. Menurutnya, festival bukan untuk mencari siapa yang menang atau kalah. Tapi inilah titik, bahwa tari anak-anak berbasis tradisi harus lebih berkembang, dikenal, dan dicintai, oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Dalam Festival Tari Anak Nasional 2016 ini, setiap provinsi membawa satu kelompok penampil sebagai perwakilan, sehingga akan ada penampilan dari 34 tim penari tradisi. Festival akan melibatkan sanggar-sanggar, seniman, dan generasi muda, untuk bisa mengekspresikan sekaligus memperkenalkan budaya masing-masing daerahnya. Peserta diwajibkan menggarap karya baru. Namun karya baru tarian tersebut harus berbasis tradisi atau bersumber dari cerita lokal daerah masing-masing.

“Sumber karya tari dapat berupa legenda, sejarah, permainan tradisional anak-anak, mitos, dan/atau dongeng yang berkaitan dengan masing-masing tradisi daerahnya,” tulis Humas Kemdikbud.

Lima orang juri di bidangnya akan memberikan penilaian sesuai kriteria untuk mendapatkan tim-tim terbaik tersebut. Mereka adalah Ery Mefri, Wiwiek Widyastuti, Setyastuti, Lilis Sumiati, dan Frans Sartono. Selain piagam, para penerima penghargaan juga akan mendapat uang pembinaan. (Kemdikbud/Nisa)

Check Also

Kemdikbud

Bantah Larang Nonton Anime, Kemdikbud Adukan Akun Palsu

Edupost.id- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud melaporkan akun penyebar berita palsu (hoax) ke Facebook. Akun …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *