Kamis , 23 Maret 2017
Home / Poleksosbud / Akta Kelahiran Braille Inovasi Baru Pemkot Bandung
Akta Kelahiran Braille Inovasi Baru Pemkot Bandung
Akta Kelahiran Braille Inovasi Baru Pemkot Bandung (foto: Pemkot Bandung)

Akta Kelahiran Braille Inovasi Baru Pemkot Bandung

Edupost.ID- Pemerintah Kota Bandung kali ini meluncurkan inovasi di bidang kependudukan dan pencatatan sipil  dengan adanya Akta Kelahiran Braille. Akta tersebut hadir untuk memenuhi kebutuhan 400 penyandang tunanetra di Kota Bandung. Inovasi tersebut diapresiasi oleh Skretaris Ditjen Kependudukan dan Pencatatan sipil I Gede Suratha

“Kita membuat akta Braille sehingga warga tunanetra bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik dengan dokumen tersebut, sesuai dengan kebutuhan tunanetra,” ucap Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil usai meluncurkan Akta Kelahiran Braille dan Kartu Identitas Anak di Gedung Serbaguna Balai Kota Bandung.

Selain itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Disdukcapil Kota Bandung juga meluncurkan Kartu Identitas anak untuk legalitas anak usia 0-18 tahun. Kartu tersebut merupakan wujud dari amanat pemerintah pusat untuk memberikan tanda identitas bagi seluruh warga negara.

“Mulai sekarang setiap anak harus punya KTP namanya kartu identitas anak sehingga setiap manusia yang hadir di negeri ini dia harus pegang dokumen. Kalau anak kartu identitas anak, kalau dewasa KTP, kalau orang asing pasport. Siapa pun harus bisa memperlihatkan dokumen,” terang Ridwan.

Disdukcapil Kota Bandung akan melakukan sosialisasi, salah satunya Dinas Pendidikan, RSUD, dan RSKIA. Menurut data, sebanyak 617.232 anak di Kota Bandung akan mendapatkan kartu ini. Di tahun 2016 saja, 45.000 KIA telah disiapkan untuk dicetak secara mandiri menggunakan dana APBD Kota Bandung.

Sebagai motivasi pembuatan KIA, Disdukcapil Kota Bandung bekerja sama dengan pihak swasta untuk memberikan tabungan perdana senilai Rp250.000 bagi 30 pemegang KIA. Pemilik KIA juga bisa menikmati berbagai manfaat seperti potongan harga di toko buku tertentu, bimbingan belajar, dan kursus bahasa Inggris.

Saat ini, Disdukcapil Kota Bandung juga tengah mengoptimalkan pembuatan akta kelahiran, bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung dan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung. Jika sebelumnya akta kelahiran baru bisa diproses dalam waktu 14 hari kerja melalui rumah sakit, kini dengan sistem yang baru akta kelahiran bisa jadi hanya dalam waktu 2-3 hari saja. (Pemkot Bandung/Inan)

Check Also

siswa SD

Masa Depan Anak Ditentukan oleh Air dan Sanitasi Bersih

Edupost.ID- Anak anak yang sedang dalam masa usia sekolah membutuhkan tubuh yang  sehat supaya dapat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *