Senin , 24 Juli 2017
Home / Poleksosbud / Antraks Serang Ternak di Kulonprogo, UGM Himbau Masyarakat
Antraks Serang Ternak di Kulonprogo, UGM Himbau Masyarakat Tetap Waspada
Antraks Serang Ternak di Kulonprogo, UGM Himbau Masyarakat Tetap Waspada

Antraks Serang Ternak di Kulonprogo, UGM Himbau Masyarakat

Edupost.ID – Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat di wilayah Yogyakarta diresahkan dengan kabar kasus antraks di Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Penyakit yang disebabkan oleh Bacillus anthracis ini telah mengakibatkan kematian beberapa ternak warga. Bahkan, penyakit ini diduga juga telah menyerang belasan warga setempat.

Ketua Tim Respons Cepat Waspada Antraks Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Riris Andono Ahmad, MPH., Ph.D., mengimbau masyarakat agar tidak panik terhadap penyakit antraks, tetapi tetap perlu waspada. Pasalnya, seseorang yang terinfeksi bakteri antraks dapat disembuhkan secara medis.

Penyakit ini, menurut dr. Riris, tidak bisa ditularkan manusia ke manusia. Penularan bakteri antraks terjadi saat manusia kontak dengan hewan yang terinfeksi antraks. “Antraks hanya ditularkan dari hewan ke manusia, tidak menular dari manusia ke manusia,” kata dr. Riris.

Masyarakat juga tidak perlu takut dirawat di fasilitas kesehatan yang pernah digunakan oleh terduga menderita antraks. Penularan antraks dapat terjadi melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan hewan, bangkai atau produk hewan sakit yang terinfeksi antraks. Adapun hewan yang mudah terinfeksi bakteri antraks adalah pemakan rumput atau herbivora seperti kambing, sapi, gajah, domba, dan kuda.

Untuk mencegah terkena antraks, Riris menekankan pentingnya untuk menjalani pola hidup bersih dan sehat. Apabila ingin mengonsumsi daging disarankan membeli daging dari rumah pemotongan hewan yang bersertifikat. Selanjutnya, dimasak dengan matang hingga suhu 120° C atau benar-benar matang.

Masyarakat juga dihimbau untuk tidak mengkonsumsi hewan yang sakit. Selain itu, daging hewan pemamah biak seperti sapi, kambing, dan kuda yang berwarna gelap dan berlendir juga dilarang untuk dikonsumsi.

Masyarakat juga tetap dihimbau untuk waspada jika ada ternak yang sakit. Segera melapor ke pisko kesehatan ternak terdekat adalsh langkah terbaik yang dapat diambil. “Segera kunjungi fasilitas layanan kesehatan terdekat, apabila mengalami masalah kesehatan di kulit setelah kontak dengan hewan yang sakit,” tegas dr. Riris. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *