Senin , 23 Oktober 2017
Home / Poleksosbud / BEM Jabodetabek Turun Tangan di Pilkada DKI
Diskusi Publik dan Launching Pilkada Center di Universitas Negeri Jakarta oleh BEM Jabodetabek, Jumat (1/4) foto : rizkyf

BEM Jabodetabek Turun Tangan di Pilkada DKI

Edupost.ID, Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Jabodetabek mengadakan Diskusi Publik dan Launching Pilkada Center di Universitas Negeri Jakarta, Jumat (1/4). Isu yang beredar di Jakarta selaku central Indonesia selalu menjadi hal yang seksi untuk diperbincangkan. Tak pelak perhelatan akbar Pilkada Jakarta pun menjadi salah satu fokus isu yang akan dikawal oleh aliansi BEM Seluruh Indonesia wilayah Jabodetabek.

Untuk menunjukkan keseriusan dalam pengawalan Pilkada Jakarta, BEM Jabodetabek memulai aksinya dengan mengadakan Diskusi Publik yang bertemakan “ Menuju PILKADA Cerdas  dan Berintegritas” bertempat di Aula UPT Perpustakaan UNJ.

Pada diskusi publik kali ini, BEM Jabodetabek menghadirkan empat narasumber dari lembaga yang berbeda, yaitu Muhammad Sidiq Sobri dari KPUD DKI Jakarta, Mazar Setia Budi, Kesbangpol DKI Jakarta, Nasrullahdari Bawaslu RI, dan Malvindari PNJ selaku koordinator wilayah BEM SE Jabodetabek dan Banten (BSJB) serta di moderatori oleh Rizky Fajrianto selaku Ka. Dept Sospol BEM  UNJ 2016.

Sidiq menjelaskan bahwa hal yang menarik pada Pilkada DKI kali ini adalah kemunculan calon perseorangan atau independent, sedangkan titik rawan berada pada banyaknya DPT yang tidak sinkron dengan pemilih pada hari pencoblosan.

Hal senada juga dinyatakan oleh Nasrullah, menurutnya yang sering terjadi dalam hal kecurangan pemilu adalah dalam hal pemungutan dan penghitungansuara. Kecurangan yang sering terjadi pada penghitungan suara adalah penyelewangan data hasil perhitungan suara, misalnya calon yang mendapatkan suara sekian, ada angka yang dihilangkan pada jumlah suaranya.

Oleh karena sering ditemukannya kecurangan dalam proses pemilihan umum, peran mahasiswa dirasa cukup penting untuk ikut mengawal proses pemilihan. Dalam hal ini, Malvin selaku Koordinator Wilayah BSJB menjelaskan bahwa nantinya akan membuat eskalasi gerakan pengawalan Pilkada. Tiga agenda yang menjadi tugas mahasiswa dalam proses pilkada serentak kali ini yaitu edukasi, advokasi, dan controlling.

Setelah Diskusi publik Pilkada berlangsung, agenda dilanjutkan dengan Launching Pilkada Center. “Launching ini diharapkan dapat mengubah stigma masyarakat tentang gerakan mahasiswa yang selalu oposisi dengan pemerintah, tetapi juga dalam membantu pemerintah”, ujar Bagus Koordinator Pusat BEM SI. (AU)

Check Also

Pelajar Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Karate Internasional

Pelajar Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Karate Internasional

Edupost.id – Enam pelajar Indonesia berhasil meraih empat medali emas dalam Kejuaran Karate The 31st Coupe …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *