Sabtu , 27 Mei 2017
Home / Poleksosbud / BEM SI: Carut Marut Perpolitikan Dalam Negeri

BEM SI: Carut Marut Perpolitikan Dalam Negeri

Edupost.ID – Akhir-akhir ini Indonesia seakan tidak lepas dari kegaduhan politik. Permainan elit politik membuat suasana politik dalam negeri semakin gaduh dan carut marut. Melihat kegaduhan dan carut marutnya negeri ini, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) meminta pemerintah turun tangan untuk mendinginkan situasi.

 

“Elit yang seharusnya menjadi teladan politik kehilangan kesantunan, bahkan kerap mempertontokan aksi politik yang memalukan dan tidak layak diteladani,” ungkap Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia, Wildan Wahyu Nugroho dalam keterangan pers yang diterima Edupost.ID, Jumat (3/2).

 

Wildan menambahkan, kondisi ini semakin mencemaskan saat rakyat hadir memberi teguran justru disangka makar. Kegaduhan ini jelas mengganggu demokrasi, menyebabkan lembaga-lembaga formal tidak berfungsi optimal dan meresahkan masyarakat.

 

Bangsa ini, menurut Wildan, bukanlah lahir dari rahim satu golongan dan satu keluarga, tetapi lahir dari rahim para pahlawan kemerdekaan yang bhinneka. Bangsa ini bukanlah wahana yang bisa dijadikan tempat permainan dan latihan pemerintah, bangsa ini sudah lebih dahulu lahir sebelum negara NKRI diresmikan di mata dunia. Marwah dan harga dirinya terlalu besar jika hanya untuk dijadikan wahana permainan pemerintah.

 

“Tugas pokok pemerintah adalah menyejahterakan dan menjaga keamanan rakyatnya, bukan yang lain,” imbuhnya.

 

Terkait hal ini, BEM SI menuntut pemerintah untuk menegakkan hukum seadil-adilnya tanpa pandang bulu dan menolak penggunaan hukum sebagai alat kekuasaan maupun kepentingan. Selain itu, Presiden Jokowi juga diminta untuk turun langsung dan bertanggung jawab kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi di elit politik.

 

“Menuntut presiden Indonesia Joko Widodo untuk mengembalikan fungsi pokok negara guna menjamin tegaknya hukum dan kesejahteraan serta menjaga keamanan bagi setiap rakyat Indonesia,” lanjut Presiden BEM UNS ini.

Tiga tuntutan ini menurut Wildan adalah hal yang mendasar bagi seorang pemimpin negara. Presiden harus hadir sebagai solusi dan jalan tengah dengan kedewasaan dan sikap kenegarawanan yang berpihak pada rakyat Indonesia dan sesuai konstitusi. (Andi)

Check Also

BEM SI. jpg

Ini Tujuh Fakta Aksi BEM SI 14 Februari Menurut Mahasiswa

Edupost.ID – Sejumlah mahasiswa PNJ, UNJ, STEI, SEBI, IPB dan beberapa pengurus BEM dari Universitas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *