Selasa , 27 Juni 2017
Home / Poleksosbud / BEM SI Gelar Panggung Demokrasi, Suarakan Resolusi Berpendapatan
BEM SI Gelar Panggung Demokrasi, Suarakan Resolusi Berpendapatan
BEM SI Gelar Panggung Demokrasi, Suarakan Resolusi Berpendapatan

BEM SI Gelar Panggung Demokrasi, Suarakan Resolusi Berpendapatan

Edupost.Id – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar panggung demokrasi sebagai bentuk pernyataan sikap, keberpihakan, dan kebebasan berpendapat di muka umum. Aksi ini digelar pada Jumat (27/1) di Area Munas BEM Seluruh Indonesia ke – X, Universitas Mulawarman Samarinda, Kalimantan Timur.

“Hari-hari belakangan ini kami melihat kenyataan bahwa negara tak lagi mampu menjamin hak-hak setiap warga negara dalam menyuarakan kebebasan berpendapat. Negara tak lagi paham untuk membedakan mana upaya mengkritisi, mana makar. Barang siapa yang menilai pemerintah gagal dalam mengelola negara dituduh subversif,” ujar Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia 2017, Wildan Wahyu Nugroho dalam keterangannya kepada Edupost.ID, Jumat (27/1).

Dikatakan Wildan, hal di atas menyebabkan terjadinya sikap represif dari para aparatur negara. Banyak mahasiswa dan rakyat dirugikan akan tafsir pemerintah yang semena-mena. Kegaduhan yang dilakukan secara nyata oleh segenap anak bangsa kini menyeruak. Pemerintah secara maya dan nyata telah memproduksi terus-menerus wacana yang dinilai bertentangan dengan kebebasan berpendapat.

Dalam aksi ini, BEM SI menyuarakan “Resolusi Berpendapat” yang berisi tiga hal. Pertama, menolak negara lemah dengan tetap berupaya menjadi mitra kritis pemerintah yang mengedepankan kebebasan mimbar akademik yaitu ilmu amaliah serta amal ilmiah yang hikmat dan bertanggung jawab.

Kedua, mengembalikan hak-hak setiap warga negara dalam menyampaikan kebebasan berpendapat yang telah dijamin oleh negara. Dan ketiga, mendorong dan berdiri bersama rakyat untuk menyuarakan pendapatnya tanpa ada rasa keraguan dan takut dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

“Resolusi Berpendapat ini kami buat sebagai upaya melindungi kebebasan berpendapat hak-hak rakyat. Apabila ke depan, pada setiap pelaksanaan kegiatan menyuarakan pendapat di muka umum oleh BEM Seluruh Indonesia dan juga rakyat Indonesia terdapat upaya pemerintah dan aparatus negara yang kontraproduktif dan bertentangan dengan resolusi yang kami suarakan, dan apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata : Lawan!” tegas Wildan. (Andi)

Check Also

BEM SI. jpg

Ini Tujuh Fakta Aksi BEM SI 14 Februari Menurut Mahasiswa

Edupost.ID – Sejumlah mahasiswa PNJ, UNJ, STEI, SEBI, IPB dan beberapa pengurus BEM dari Universitas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *