Selasa , 25 Juli 2017
Home / Poleksosbud / Biaya Perawatan Belum Dilunasi, Bayi Ini Ditahan Pihak RS

Biaya Perawatan Belum Dilunasi, Bayi Ini Ditahan Pihak RS

JAKARTA – Bayi dari pasangan Galih Prasetya dan Maggie Dwi Listiani belum bisa dibawa pulang kedua orangtua nya karena masih ditahan pihak Rumah Sakit Pasar Rebo, Jakarta Timur. Bayi tersebut ditahan lantaran biaya rumah sakit yang belum dilunasi. Kasus ini menambah daftar masyarakat kurang mampu yang tidak bisa menerima haknya dalam mengakses kesehatan.

Biaya yang harus dikeluarkan pasangan suami istri tersebut sebesar 64 juta rupiah. Mereka tidak bisa menebus biaya sebesar itu karena penghasilan Galih yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Galih juga baru memperoleh pekerjaan tiga bulan lalu dengan status masa percobaan. Masalah ini bermula saat Maggie harus melahirkan bayi dalam kondisi prematur yang usia kandungannya masih tujuh bulan pada 31 Maret 2015 lalu.

Proses kelahiran anak kedua mereka ini sempat dirujuk bidan yang berada tak jauh dari kontrakannya di Kelurahan Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas, untuk ke Rumah Sakit Pasar Rebo. Kemudian anak kedua Maggie, yang bernama Muhammad Danendra Ibrahim ini mendapat perawatan intensif di ruang NICU.

Pada saat itu, Galih dan Maggie telah meminta agar pembayaran dilakukan melalui BPJS, namun ditolak pihak rumah sakit dengan alasan permohonan telat. “Kami mengajukan pembiayaan melalui BPJS, namun ditolak karena terlambat membuat permohonan. Apalagi dalam mengurus pembuatan BPJS sangat terbatas waktunya,” terang Galih saat ditemui di Rumah Sakit Pasar Rebo, Minggu (10/5), dilansir merdeka.

Karena itu, mereka harus menanggung beban biaya perawatan sebesar Rp 64 juta. “Kami berusaha menemui pihak rumah sakit dan meminta agar pembayaran bisa dicicil. Saat itu ada kesepakatan dan pihak rumah sakit berjanji akan melakukan survei, namun hingga saat ini belum ada survei dari rumah sakit ke rumah kami. Kami takut kalau biaya akan semakin membengkak jika masih dirawat, padahal kondisi anak kami sudah dinyatakan sehat dan bisa dibawa pulang,” jelas Galih. (IL-SS)

Check Also

Guru garis Depan

SK CPNS Guru Garis Depan Telah Resmi Ditetapkan

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi menetapkan Surat Keputusan (SK) bagi 2.806 Guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *