Rabu , 19 September 2018
Home / Poleksosbud / Civitas Akademika Hukum Yogyakarta Desak Ketua MK Mundur

Civitas Akademika Hukum Yogyakarta Desak Ketua MK Mundur

Edupost.id – Lebih dari 300 sivitas akademika Fakultas Hukum dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta mendesak Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr Arief Hidayat untuk mundur dari jabatannya. Para guru besar, dekan, dosen dan mahasiswa ini menilai ketua MK telah kehilangan moralitas karena dua kali melakukan pelanggaran etika.

Para Civitas akademika ini berkumpul di Gelanggang Mahasiswa UGM Rabu (21/2) sore untuk menyuarakan pendapat. Permintaan agar ketua MK mundur dari jabatannya dilakukan dengan mengirimkan surat untuk ketua MK.

“Melalui surat ini, kami civitas akademika dari berbagai kampus di Yogyakarta meminta kesediaan dan kerelaan Bapak Arief Hidayat untuk mundur sebagai ketua serta hakim konstitusi di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia,” demikian isi pembukaan surat itu.

“Perlu Bapak pahami bahwa sebagai sesama akademisi, permintaan mundur ini tidak memiliki tendensi politik apapun. Permintaan mundur ini semata merupakan simpulan kami sebagai akademisi atas apa yang telah Bapak lakukan selama ini, khususnya terkait dengan pelanggaran kode etik,” lanjutan surat surat itu.

Dekan FH UII, Dr Aunur Rohim Faqih mengatakan, siapapun yang melakukan hal negatif lebih baik mengundurkan diri dari jabatannya. Penegakan hukum di negara ini jadi hal yang sangat serius karena itu siapapun yang memegang amanat penegakan hukum harus bersih dan berakhlak baik.

“Ini suara akademisi yang sahih dan ingin mengingatkan bahwa kita semua wajib mengoreksi hal yang bertentangan dengan nurani. Kalau ada pelanggaran etika maka tak perlu diperdebatkan lagi, ini kewajiban moral kita semua warga negara,” imbuh Dekan FH UGM, Prof Dr Sigit Riyanto. (Andi)

Check Also

IGI Ajak 1000 Guru Ciptakan Komik Pembelajaran Berbasis IT

Pemerataan Guru, Pemerintah Terapkan Zonasi, Efektifkah?

Edupost.id – Rencananya pertengahan Oktober 2018 ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana menerapkan sistem zonasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=