Selasa , 24 Januari 2017
Home / Poleksosbud / Denmark Bantu Pemda Jateng Olah Sampah Jadi Listrik
sampah
Sampah

Denmark Bantu Pemda Jateng Olah Sampah Jadi Listrik

Edupost.id – Pemerintah Denmark (Danida) berencana menjalin kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dalam hal teknologi pengolahan sampah dan limbah industri. Sampah yang ada diubah menjadi energi baru terbarukan (EBT) melalui proyek percontohan Environment Support Programme Phase 3 (ESP3).

Duta Besar Denmark, Casper Klynge menjelaskan, ada lima daerah yang dijadikan sebagai pilot project pengimplementasian teknologi pengolahan sampah dan limbah oleh Danida. Yakni, Kota Semarang, Kota Tegal, Kabupaten Cilacap, Klaten, dan Jepara.

Di Kota Semarang akan dibangun pembangkit listrik berdaya 1,2 MW dengan bahan bakar gas metana dari sampah di TPA Jatibarang. Sementara, di Cilacap akan dibangun pengolahan sampah untuk dijadikan bahan bakar (Refuse-derived fuel) di TPA Tritih Lor dengan kapasitas 120 ton sampah per hari. Sedangkan, di Kota Tegal akan dilakukan pembersihan 25.000 ton limbah bahan berbahaya beracun (B3) hasil peleburan logam dari Desa Pasarean Kecamatan Adiwerna.

Untuk Klaten akan dilakukan penanganan limbah cair dan padat dari industri pati onggok di Desa Daleman dan Pucang Miliran Kecamatan Tulung yang nantinya dijadikan gas untuk kebutuhan sehari-hari warga sekitar. Sementara, di Jepara akan dikembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sistem off-grid di Pulau Parang, Nyamuk, Genting Kepulauan Karimunjawa yang beroperasi 24 jam.

Casper meyakini, proyek tersebut dapat berjalan dengan baik karena pengolahan sampah dan limbah sudah menjadi bidang keahlian mereka. Bahkan transisi hijau atau green transition sudah dilakukan selama 20-30 tahun terakhir. Sehingga proyek tersebut dapat menjadi inovasi dan solusi, tidak hanya untuk mengatasi permasalahan sampah dan limbah namun juga untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Sehingga perekonomian masyarakat semakin tumbuh.

“Transisi hijau ini sudah dilakukan oleh Denmark selama 20-30 tahun terakhir. Waste energy atau limbah yang diolah menjadi energi. Dengan mengolah limbah tidak hanya mengatasi masalah lingkungan, tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan baru dan menumbuhkan ekonomi,” katanya. (Pemda Jateng)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *