Sabtu , 25 November 2017
Home / Poleksosbud / Dua Aktivis BEM SI yang Ditahan Polisi Akhirnya Dibebaskan
Gubernur dan Wagub DKI Dilantik, BEM SI Tawarkan Kontrak Politik
Gubernur dan Wagub DKI Dilantik, BEM SI Tawarkan Kontrak Politik

Dua Aktivis BEM SI yang Ditahan Polisi Akhirnya Dibebaskan

Edupost.id – Dua aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia, Ardi Sutrisbi (IPB) dan Ihsan Munawwar (STEI SEBI) yang sejak 21 Oktober 2017 ditahan di Mapolda Metro Jaya akhirnya dibebaskan dengan mekanisme penangguhan penahanan pada Senin (30/10). Meskipun telah keluar tahanan, Ardi dan Ihsan masih berstatus sebagai tersangka.

“Puji syukur, pada pukul 20.00 WIB dua pejuang mahasiswa yaitu Ardi Sutrisbi (IPB) dan Ihsan Munawwar (STEI SEBI) yang sejak tanggal 21 Oktober 2017 ditahan di Mapolda Metro Jaya telah dibebaskan dengan melalui mekanisme penangguhan penahanan,” ujar Addin Hanifa, Pjs. Korpus BEM Seluruh Indonesia dalam siaran pers yang diterima Edupost.id.

Sebelumnya, Ardi dan Ihsan serta 12 mahasiswa lainnya ditangkap oleh aparat kepolisian setelah Aksi Aliansi BEM SI “Tugu Rakyat” untuk Evaluasi 3 Tahun Jokowi-JK pada tanggal 20 Oktober 2017 lalu. Keduanya ditahan di Mapolda Metro Jaya karena diduga melanggar Pasal 160 KUHP tentang penghasutan dan Pasal 170 KUHP tentang perusakan fasilitas umum.

Status yang sama juga terjadi pada Wildan Wahyu Nugroho (Korpus BEM SI/Presiden BEM UNS) dan Panji Laksono (Presiden BEM KM IPB) yang pada minggu (22/10) ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya atas tuduhan yang sama. Keempatnya masih perlu menjalani proses hukum karena masih menyandang status tersangka. Adapun dalam menjalani proses hukum ini, keempatnya didampingi oleh kuasa hukum dari LBH PAHAM Indonesia.

“Keluarnya Ardi dan Ihsan memberikan kita semangat baru dalam jalan perjuangan pergerakan mahasiswa. Ardi dan Ihsan melihat bahwa penahanan ini merupakan harga yang harus dibayar dalam perjuangan mahasiswa,” imbuh Addin.

Ardi dan Ihsan mengaku, penangkapan yang terjadi pada dirinya menjadi pembelajaran dalam gerakan mahasiswa untuk semakin teguh dalam berjuang. Menurut mereka, perjuangan pergerakan mahasiswa Indonesia tak boleh padam karena represifitas dan pembungkaman.

Terkait kasus ini, BEM Seluruh Indonesia menyatakan pemerintahan Jokowi-JK telah gagal mengelola negara dengan bertindak represif terhadap gerakan kritis mahasiswa. Mereka juga meminta pemerintah menghentikan tindak yang dinilai otoriter dan sewenang-wenang.

Selain itu, BEM SI juga meminta kepolisian membebaskan rekan-rekannya dari jeratan hukum. BEM Seluruh Indonesia juga menyataskan siap menjadi jaminan agar mahasiswa yang di tangkap dapat dibebaskan. (Andi)

Check Also

BEM SI. jpg

Ini Tujuh Fakta Aksi BEM SI 14 Februari Menurut Mahasiswa

Edupost.ID – Sejumlah mahasiswa PNJ, UNJ, STEI, SEBI, IPB dan beberapa pengurus BEM dari Universitas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *