Kamis , 30 Maret 2017
Home / Poleksosbud / FSGI Minta Pihak Terkait Usut Kasus Pemecatan Guru Al Zaitun

FSGI Minta Pihak Terkait Usut Kasus Pemecatan Guru Al Zaitun

Edupost.ID – Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti meminta pihak terkait segera menyelesaikan kasus pemecatan 116 guru YPI Al-Zaytun, Syakyh A.S. Panji Gumilang. Panji dinilai telah melakukan 10 pelanggaran hukum terkait pemecatan ini.

“Atas 10 pelangaran hukum yang diduga kuat telah dilakukan oleh pimpinan dan manajemen YPI Al-Zaytun maka FSGI menuntut pihak-pihak terkait untuk segera bertindak tegas atas dugaan pidana dan segera melindungi ratusan guru korban PHK sewenang-wenang ini,” ujar Retno dalam Konferensi Pers bersama para guru YPI Al Zaitun Minggu (5/2).

Dijelaskan, persoalan utama yang berujung pada PHK sewenang-wenang terjadi karena para guru tersebut menuntut keterbukaan tata kelola manajemen yayasan. Mereka juga kerap mengkritisi kebijakan pimpinan Al-Zaytun yang dinilai tidak demokratis dan tidak transparan. Namun, tawaran dialog justru selalu ditolak oleh pihak YPI Al-Zaytun tanpa alasan yang jelas.

Para guru tersebut pernah melaporkan Panji Gumilang atas dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke Kejaksaan Negeri Indramayu pada 27 Januari 2017. Panji diduga telah memerintahkan pemindahan dana BOS sebesar Rp 750 juta (Mei 2016) dan Rp 900 juta (September 2016) dari rekening sekolah ke rekening pribadi Panji Gumilang.

Selain itu, mereka juga pernah melaporkan Panji ke Polda Jawa Barat pada 13 Januari 2017 dengan tuduhan dugaan Penghinaan dan Penistaan terhadap guru. Panji disebut telah menyebut “banyak guru nyeruwat, otaknya diisi asu edan”, dalam suatu kegiatan dzikir di lingkungan pesantren Al-Zaytun dan dihadapan ribuan santri.

Terkait kasus ini, FSGI meminta Menteri Agama segera memerintahkan jajarannya agar menyelidiki dan memeriksa para pihak yang telah memecat ratusan guru tersebut. Inspektorat Kemenag RI dan Inspektorat Kemdikbud RI segera menyelidiki dan memeriksa dugaan penyalahgunaan dana BOS tahun 2016 oleh Panji Gumilang.

Selain itu, DPRD Kabupaten Indramayu dan DPR RI khususnya komisi 8, terutama anggotanya yang berasal dari dapil Indramayu untuk segera bertindak dengan turun ke lapangan mengusut hal ini. Gubenur Jawa Barat dan Bupati Indramayu beserta jajarannya, terutama Inspektorat dan Dinas Pendidikan untuk segera bertindak sesuai kewenangannya dalam melindungi para guru korban PHK sewenang-wenang dan juga dugaan penyalahgunaan dana BOS.

“FSGI bersama para guru Korban PHK juga akan mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) dan Ombudsman Republik Indonesia untuk memanggil dan meminta keterangan para pihak terkait dalam kasus ini,” pungkas Retno. (Andi)

Check Also

guru

Ratusan Guru Al-zaytun Dipecat Tanpa Pesangon, FSGI : Ini Melawan Hukum

Edupost.ID – Sebanyak 116 guru Yayasan Pesantren Indonesia (YPI) Al Zaitun Indramayu, Jawa Barat diberhentikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *