Selasa , 19 Juni 2018
Home / Poleksosbud / Gadis Cilik Penjual Tisu : Kalau Nggak Habis, Saya Dimarahin Bapak
Gadis cilik penjual tisu di stasiun kereta.

Gadis Cilik Penjual Tisu : Kalau Nggak Habis, Saya Dimarahin Bapak

Edupost.id – Sungguh berat kisah hidup gadis kecil ini. Setiap harinya ia harus bekerja menjual tisu di stasiun kereta. Mirisnya, jika tidak habis maka orangtuanya akan memarahinya.

Kisah bocah ini diceritakan oleh salah satu pengguna Facebook bernama Elyudien. Dalam postingannya ia menceritakan bagaimana seorang gadis cilik berjuang berdagang hingga jam 12 malam.

Dalam kisahnya Elyudien menceritakan bagaimana pertemuan dengan gadis ini. Saat itu ia sedang menunggu kereta di Stasiun Cawang dan membagi-bagikan takjil gratis. Seorang gadis cilik tak beralas kaki dan menenteng ransel datang menghampiri.

“Om jualan yah?” tanya gadis kecil 9 tahun itu kepada Elyudien.

“Nggak. Mau?” jawab Elyudien sambil menawarkan air mineral dan takjil kurma.

Gadis kecil itu menggeleng, dan menjauh pergi. Namun di hari ketiga, gadis kecil ini menghampiri lagi dan akhirnya menerima pemberian takjil tersebut. Dalam sekian kalinya bertemu oleh anak kecil ini ia pun mengajak ngobrol sang anak.

“Om bagi-bagi gratis yah?”
“Iya, adek mau?”

Ia mengangguk dan mengambil sebotol air mineral dan kurma kemudian pergi menjauh. Dalam ranselnya tersebut ternyata terdapat 20-40 bungkus tisu. Sepulang sekolah mulai sore hari ia akan berjualan di Stasiun Cawang padahal rumahnya terletak di kawasan Depok.

“Kalau nggak habis, saya dimarahin Bapak,” katanya ringan.
“Jadi pulang jam brapa?” tanya Elyudie.
“Nggak tentu. Bisa sampai kereta terakhir jam 12 malam, nunggu semua tisu terjual baru pulang,” jawabnya.

“Serasa ditampar mendengar cerita gadis kecil ini. Banyak anak-anak sebayanya pulang sekolah asik bermain game, tidur siang ataupun bercanda dengan orangtuanya. Namun gadis kecil yang masih duduk di kelas 3 SD ini berjuang membantu ekonomi keluarganya. ” tulisnya.

“Azan magrib pun memisahkan saya dan Amel, nama gadis kecil itu, yang tetap berpuasa meski panas dan lelah menderanya seharian, ” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=