Sabtu , 21 Januari 2017
Home / Poleksosbud / Guru Besar UGM : Subsidi Listrik Belum Tepat Sasaran

Guru Besar UGM : Subsidi Listrik Belum Tepat Sasaran

Edupost.ID, Yogyakarta – Guru Besar Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi pada Fakultas Teknik, Sasongko Pramono Hadi, mengatakan subsidi listrik yang diberikan pemerintah belum tepat sasaran. Agar subsidi tepat sasaran, kata Pramono, salah satu caranya ialah tarif disusun dengan mempertimbangan adanya insentif bagi pengguna listrik untuk kegiatan produktif dan disinsentif bagi pengguna listrik untuk kegiatan konsumtif.

Seperti diketahui biaya pokok penyediaan listrik berdasarkan APBNP 2014 sebesar Rp 1.359,54 per kWh, sedangkan harga jual listrik rata-rata hanya sebesar Rp 929,80 per kWh sehingga subsidi tahun 2014 mencapai lebih dai 80 triliun rupiah. Sementara pendapatan dari pelanggan melalui penjualan energi, hanya memberikan pendapatan sebesar Rp 8,55 triliun untuk pelanggan 450 VA dan Rp 15,229 triliun untuk  golongan 900 VA.

“Kegiatan produktif yang mendapat insentif ialah kegiatan industri, terutama industri kecil, sedangkan kegiatan konsumtif yang memperoleh disinsentif ialah pelanggan rumah tangga yang memiliki kapasitas langganan 1.300 VA ke atas yang umumnya memiliki peralatan listrik tersier,” kata Sasongko dalam Pidato pengukuhan jabatan Guru Besar di ruang Balai Senat UGM, Senin (7/9).

Ditambahkan Sasongko, penerapan tarif sesuai nilai keekonomian bagi pelanggan mampu melalui program tariff adjustment, “Tanpa menghapus subsidi bagi pelanggan dengan kemampuan bayar rendah dan untuk kegiatan produktif skala kecil,” paparnya.

Meski begitu, penyusunan formula tariff adjustment juga harus mempertimbangkan kondisi tata niaga dalam bisnis kelistrikan. Tata niaga yang perlu menjadi konsideran terkait jual beli energi primer dengan pemasok dan jual beli energi listrik dengan konsumen.

Dia menerangkan dari 53,7 juta pelanggan listrik di Indonesia di tahun 2013, sebagian besar adalah pelanggan rumah tangga kecil, ada 21,499 juta atau 40,03% pelanggan listrik golongan tarif  R1 450 VA dan terdapat 18,904 juta atau 53,2% pelanggan golongan tarif 900 VA. (Andi)

Check Also

Resmi Terbentuk, IGMP Matematika Akan Gelar Konferensi Internasional Matematika

Edupost.ID – Guru matematika di seluruh Indonesia saat ini sudah terwadahi dalam sebuah organisasi baru, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *