Jumat , 15 Desember 2017
Home / Poleksosbud / Harga Rokok Naik, Dampak Positif bagi Kualitas Generasi Muda
Harga Rokok Naik, Dampak Positif bagi Kualitas Generasi Muda
Harga Rokok Naik, Dampak Positif bagi Kualitas Generasi Muda

Harga Rokok Naik, Dampak Positif bagi Kualitas Generasi Muda

Edupost.id – Rencana pemerintah untuk menaikkan harga rokok ditanggapi positif banyak kalangan, diantaranya Anggota Komisi IV DPR RI, Akmal Pasluddin. Menurutnya, tingginya harga rokok nantinya akan mampu mengendalikan konsumsi rokok dari sisi usia, juga dari sisi tingkat ekonomi masyarakat. Dengan demikian, hal tersebut memberikan dampak positif pada kualitas generasi muda Indonesia di masa depan.

“Harapannnya pemerintah atas rencana tersebut tidak masuk angin untuk mengurungkan niatnya menaikkan harga rokok. Ini bisa saja terjadi dari lobi para pengusaha rokok yang merupakan orang-orang terkaya di Indonesia yang memiliki aset terbesar di negara ini,” ujarnya.

Tarif harga rokok di Indonesia menempati urutan nomor tujuh termurah di dunia, setelah Pakistan, Vietnam, Nikaragua, Kamboja, Filipina, dan Kazakhtan. Dengan murahnya harga rokok tersebut, maka hampir setiap warga negara, baik anak maupun dewasa, dari tidak mampu hingga berkecukupan, akan sangat mudah membeli rokok dimana pun berada.

“Kalangan pelaku industri mengecam rencana ini dan mengancam akan terjadi PHK terhadap karyawan industri rokok. Namun, pemerintah sudah mengantisipasi bahwa kenaikan harga rokok menjadi Rp 50.000 per bungkus itu telah meliputi penyesuaian tarif cukai dan penambahan margin perusahaan rokok. Jika margin perusahaan bertambah, meskipun permintaannya berkurang akibat kenaikan harga, maka perusahaan rokok tetap dapat bertahan tanpa ada PHK,” sambung Akmal.

Karena itu, lanjut Akmal, pemerintah diharapkan  konsisten dengan langkah tersebut. Pemerintah tidak perlu khawatir dari ancaman PHK yang dialami oleh buruh di industri rokok. Karena, rokok tergolong barang yang inelastis yang memiliki substitusi yang sedikit. Sehingga, meskipun dinaikkan harganya, pembelian rokok tidak akan menurun besar dalam waktu singkat. Sebaliknya, akan melindungi anak-anak atau generasi muda dari bahaya rokok.

“Harga rokok mahal ini juga untuk menjauhkannya dari jangkauan anak-anak. Sebagai konsumen pemula, anak-anak memiliki kemampuan belanja yang terbatas,” tutup Akmal. (Pemprov Jabar/IK-SS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *