Sabtu , 16 Desember 2017
Home / Poleksosbud / Hujan Debu Melanda Empat Kecamatan Aceh Selatan

Hujan Debu Melanda Empat Kecamatan Aceh Selatan

BANDA ACEH- Aktivitas warga di empat kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan menjadi terganggu akibat hujan debu yang diduga berasal dari abu vulkanik atau pembakaran hutan, Kamispagi (5/3).

Menurut informasi yang dihimpun, hujan debu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di empat kecamatan, yakni Labuhan Haji, Meukek, Sawang dan Tapaktuan. Hujan debu itu sempat membuat panik warga sehingga tidak berani keluar rumah.

Dari empat kecamatan tersebut, daerah terparah adalah Desa Trieng Meduro, Kecamatan Sawang. Di Desa ini, debu yang muncul secara tiba-tiba itu, turun seperti layaknya hujan.

Seluruh wilayah desa termasuk rumah dan lahan pertanian ditutupi debu, sementara di desa-desa lainnya dalam empat kecamatan tersebut walaupun sempat turun debu tapi tidak separah di Desa Trieng Meduro, Kecamatan Sawang.

Hujan debu ini juga menghambat proses belajar mengajar (PBM) siswa sekolah dalam empat kecamatan tersebut sehingga pihak sekolah harus memulangkan para siswa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Camat Sawang, Sufiardi menyampaikan, hujan debu yang turun diperkirakan mulai pukul 10.00 WIB. “Debu itu turun seperti hujan rintik-rintik, menutupi seluruh wilayah dalam Kecamatan Sawang. Warga dilanda kepanikan dan rasa cemas. Sampai saat ini sumber debu itu belum diketahui berasal dari mana,” ucapnya, dilansir Antara.

Ia menyebutkan, pihak Dinas Kesehatan Aceh Selatan telah membagikan masker kepada masyarakat khususnya para pengguna kendaraan dalam Kecamatan Sawang untuk mencegah terjadi gangguan kesehatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Erwiandi menyampaikan, selain Kecamatan Sawang hujan debu juga melanda tiga kecamatan lainnya di daerah itu yakni Labuhan Haji, Meukek dan Tapaktuan.

“Sejauh ini kami belum memperoleh laporan resmi dari pihak terkait dari mana berasal sumber debu tersebut. Apakah berasal dari abu vulkanik atau pembakaran hutan. Sampai saat ini kami belum berani menyimpulkan,” jelas Erwiandi.

Check Also

KPAI Temukan Buku IPS Soal Yerussalem selain Penerbit Yudistira

Edupost.id – Buku IPS yang memuat konten bertuliskan “Ibukota Israel adalah Yerussalem” ternyata tidak hanya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *