Kamis , 14 Desember 2017
Home / Poleksosbud / Hukuman Kebiri, Masyarakat Lebih Pilih Hukuman Mati
Hukuman-Kebiri-Kimiawi
Ilustarsi: Jarum Suntik. (Foto: NG)

Hukuman Kebiri, Masyarakat Lebih Pilih Hukuman Mati

Edupost.id, Bogor – Hukuman kebiri yang hendak diberlakukan bagi pelaku kekerasan seksual masih menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Tidak sedikit masyarakat menilai keputusan Presiden Joko Widodo itu kurang efektif. Mereka lebih memilih pelaku dikenakan hukuman mati daripada dikebiri agar menimbulkan efek jera.

“Kalau benar mau jera, ga cuma dihukum kebiri. Seharusnya diberlakukan juga hukuman penjara dan hukum agama. Hukum itu gak cuma hukum negara, ada hukum agama yang sesuai, qisas. dalam Islam terdapat hukum Qisas atau hukuman mati. Terutama bagi mereka yang sudah memperkosa bahkan membunuh. Saat ini kasus yang sering terjadi tidak lagi hanya memperkosa, tapi juga keduanya.” tegas warga asal Bogor, Novi kepada Edupost.id, (26/5).

Hukuman mati juga diserukan warga asal Bogor lainnya, Riska. Menurutnya hukuman yang manusia buat seperti kebiri tidak menimbulkan efek jera. Ia menganggap aneh pendapat beberapa orang tentang hukuman mati terlalu  berlebihan dan pelaku dibiarkan. Jika pelaku sudah membunuh korbannya, ia sudah pasti melanggar hak hidup korban. Karena itu, hukuman mati lebih baik diberlakukan dari pada dikebiri.

Pendapat serupa juga disampaikan, warga asal Jakarta, Regita Rafinna yang lebih memilih hukuman mati. “Kalau hukuman mati memang yang terbaik kenapa tidak. Sebenernya efek jera itu bisa timbul jika penerapan hukumnya adil dan tegas. Mau hukumnya kebiri atau hukuman mati sekalipun, kalau hukumnya bener-bener ditegakkan Insyaallah ngefek sih,” jelasnya.

Menurutnya, baik hukuman mati dan kebiri, jika penegakan hukumnya lemah dan kurang tegas tidak memberikan efek jera. Hukuman kebiri sendiri perlu dikaji lebih lanjut paska penetapannya. (Nisa)

Check Also

Korban kekerasan seksual anak

Perppu Kebiri Tidak Efektif Atasi Kekerasan Seksual Anak

Edupost.id, Bandung – Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 …

One comment

  1. koruptor aja yang dihukum mati hehee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *