Sabtu , 16 Desember 2017
Home / Poleksosbud / Indonesia Kekurangan SDM di Bidang Kemaritiman

Indonesia Kekurangan SDM di Bidang Kemaritiman

DEPOK- Sumber Daya Manusia (SDM) yang ahli di bidang kemaritiman di Indonesia masih sangat sedikit yakni hanya 1 persen dari jumlah penduduk.

Hal ini disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI, Ade Supandi saat memberikan kuliah umum tentang “Budaya Maritim dari Perspektif Angkatan Laut” di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia di Depok, Jabar.

“Dari data sensus penduduk tahun 2010, dari jumlah 237.556.363 penduduk hanya 2.313.006 penduduk saja yang menggeluti bidang maritim,” ujar Ade, dilansir antara.

Ia menyampaikan, dari 2,3 juta penduduk yang mendalami bidang kemaritiman itu sudah termasuk di dalamnya TNI AL sebanyak 70.000 orang.

Sementara itu, luas lautan Indonesia mencapai 74,26 persen atau 2/3 dari total luas wilayah Indonesia.

Ade menerangkan, salah satu penyebab minimnya SDM bidang maritim karena adanya paradigma bahwa profesi sebagai pelaut merupakan bidang yang sulit.

“Untuk menambah jumlah masyarakat untuk menggeluti kemaritiman memang tidak mudah, membangun kehidupan maritim harus dikembangkan dan gali lagi,” terangnya.

Karena itu, Ade menyampaikan, dibutuhkan strategi untuk membangun budaya maritim bangsa yang beradaptasi dengan kehidupan laut.

“Pengelolaan laut dan sumber daya yang ada di dalamnya yang berbasis tradisi masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Ade menilai, pentingnya memasukkan pendidikan formal kemaritiman ke dalam kurikulum pendidikan nasional, serta memberi wawasan kemaritiman melalui organisasi kepemudaan yang berkecimpung di bidang maritim.

Langkah tersebut penting untuk dilakukan mengingat sumber daya kelautan merupakan aset yang sangat berharga dan harus dikelola secara sungguh-sungguh.

Sementara itu, Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI Bambang Wibawarta mengatakan, pemerintah perlu mengajak para pelaku usaha dan akademisi untuk membangun poros maritim yang maju dan kuat.

“Potensi maritim akan semakin besar dan apabila semua pihak saling bersinergi untuk mewujudkannya,” jelasnya.

Bambang menuturkan, selama ini pemerintah, pelaku usaha dan juga akademisi berjalan sendiri-sendiri sehingga belum ada sinergi untuk membangun kemaritiman tersebut. “Saatnya kita saling bersinergi untuk membangun kemaritiman,” tandasnya. (RR/SS)

Check Also

KPAI Temukan Buku IPS Soal Yerussalem selain Penerbit Yudistira

Edupost.id – Buku IPS yang memuat konten bertuliskan “Ibukota Israel adalah Yerussalem” ternyata tidak hanya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *