Jumat , 20 Januari 2017
Home / Poleksosbud / Kabut Asap Merajalela, Bahaya Hipoksia Mengancam Masyarakat

Kabut Asap Merajalela, Bahaya Hipoksia Mengancam Masyarakat

Edupost.ID – Asap yang ditimbulkan akibat pembakaran hutan di Riau, Jambi dan Kalimantan telah mengganggu kesehatan. Menurut Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), indeks standar pencemaran udara di kota-kota tersebut telah mencapai level berbahaya. Masyarakat yang terpapar kabut asap bisa terancam kekurangan oksigen atau hipoksia.

Hipoksia merupakan keadaan kekurangan oksigen yang dapat mengakibatkan permasalahan kesehatan pada organ-organ tubuh. Di dalam tubuh, keseimbangan oksigen dijaga oleh sistem kardiovaskuler dan sistem pernafasan.

Hipoksia harus dihindari terlebih bagi orang yang memiliki permasalahan pada pembuluh darah, baik pada pembuluh darah otak maupun pembuluh darah jantung. Kadar oksigen yang rendah menyebabkan jantung mengalami penurunan suplai oksigen yang menyebabkan terjadinya infark atau kematian jaringan.

Begitupula orang yang mempunyai permasalahan pembuluh darah otak, kekurangan oksigen dapat memperburuk kondisi pasien hingga mengakibatkan pasien tidak sadarkan diri.

Penelitian membuktikan bahwa kondisi hipoksia sistematik kronik dapat menyebabkan kerusakan pada hati, ginjal, jantung dan lambung. Pertanyaan selanjutnya adalah, berapa persen penurunan kadar oksigen di kota-kota yang tertutup kabut asap?

Hal ini yang harus dijawab terlebih dahulu sehingga bisa diprediksi terjadinya hipoksia pada masyarakat akibat dari turunnya kadar oksigen dari udara tersebut. Di sisi lain komponen asap akibat kebakaran hutan juga harus dianalisa, sehingga dapat diprediksi dampaknya buat kesehatan.

Karena itu,  perlu penelitian lebih lanjut mengenai kandungan asap yang ada dan dampak penurunan kadar oksigen, sehingga dampak pada masyarakat dapat diprediksi dan diantisipasi. Untuk sementara masyarakat dianjurkan untuk tidak terhirup asap dan tidak berada di luar rumah saat jumlah asap masih tinggi.

(Peneliti: Ari Fahrial Syam)

Check Also

guru-mengajar

Kota Yogyakarta Belum Terapkan Permendiknas Tentang Sumbangan

Edupost.ID – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta, Edy Hery Suasana menyatakan belum akan memberlakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *