Rabu , 18 Januari 2017
Home / Poleksosbud / Kabut Asap Tak Kunjung Reda, Masyarakat Marah di Media Sosial

Kabut Asap Tak Kunjung Reda, Masyarakat Marah di Media Sosial

Edupost.ID – Bencana kabut asap masih menyelimuti beberapa daerah di Provinsi Sumatera dan Kalimantan. Asap yang ditimbulkan akibat pembakaran hutan ini terus menimbulkan dampak negatif ke masyarakat setempat. Berbagai keluhan dan ungkapan kesal masyarakat ramai disuarakan di media sosial. Hingga tadi pagi (15/9) tagar #MELAWANASAP masih menjadi tranding topic di twitter dan siang ini berganti menjadi “Darurat Kabut Asap”.

Rahmat Ozii dalam akun twitternya berujar, “sabar kawan jaga kesehatan semoga riau bisa pulih kembali #MelawanAsap.”

“Pagi ini bisa bernafas? Syukuri dan dukung kawan2 di Sumatra #MelawanAsap,” tulis Rene Suhardono.

“Jangan pertanyakan motif kami menggerakkan sosial media. Come down here and breath the air. You can even stand a minute! #MelawanAsap,” ucap Dedy di akunnya.

“Semakin hari semakin tebal asap ini! #melawanasap,” keluh Taufik Andriko.

Imam berkomentar, “tingkatkan aparat pengawas yg sehat mentalnya. Hukum pelaku dengan tegas #melawanasap.”

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, ribuan masyarakat telah menderita ISPA. Jumlah korban yang dirawat di Riau mencapai 14.566 jiwa, Sumatera Selatan 22.855 jiwa, Kalimantan Selatan 53.442 jiwa.

Sementara itu, Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menyebutkan bahwa berdasarkan pantauan Satelit Terra dan Aqua pada Senin (14/9) pukul 05.00 WIB, titik api di Sumatera berjumlah 1.143 titik yaitu di Bengkulu ada 13, Jambi 234, Lampung 69, Riau 78, Sumbar 25, dan Sumsel 724. Hotspot di Kalimantan 266 titik yaitu Kalbar 26, Kalsel 74, Kalteng 164, dan Kaltim 2.

Bahkan kabut asap kini mulai menutupi wilayah Singapura dan sebagian barat Serawak, Malaysia. (IK-SS)

Check Also

SBMPTN

Pendaftaran Bidikmisi 2017 Sudah Dibuka

Edupost.ID – Proses pendaftaran Bidikmisi 2017 mulai dibuka. Bidikmisi merupakan program bantuan biaya pendidikan bagi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *