Jumat , 28 Juli 2017
Home / Poleksosbud / KAMMI UIN Suka Tuntut Jokowi dengan Caping dan Topeng
aksi kammi
Aksi KAMMI UIN Suka (foto: Nurfi Edupost)

KAMMI UIN Suka Tuntut Jokowi dengan Caping dan Topeng

Edupost.id, Yogyakarta – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komsat UIN Sunan Kalijaga menggelar aksi pada Rabu siang, (11/5), di pertigaan UIN dengan mengenakan topeng dan caping. Mereka menuntut pemerintahan Jokowi-JK yang tidak memihak kepada rakyat.

“Caping itu sebagai lambang rakyat kecil karena kita tahu rakyat kecil pakai caping”, ungkap Zaky A. Rivai, Ketua KAMMI UIN Suka.
Zaky menjelaskan mengenai topeng, mereka mengenakan topeng sebagai lambang mereka melakukan aksi ini mengatasnamakan rakyat, bukan segelintir orang. Topeng merupakan lambang anonimous.

Aksi mereka muncul karena setelah 18 tahun reformasi Indonesia belum ada perbaikan yang signifikan. Kebijakan-kebijakan yang dibuat Jokowi-JK juga tidak memihak rakyat kecil. Hal ini ditengarai karena Jokowi memihak asing.

Terdapat 8 tuntutan. Pertama, tolak politik oligarki, kartel kekekuasaan, dan segala bentuk persekongkolan politik yang merusak tatanan demokrasi Bangsa Indonesia. Kedua, tolak ekonomi kapitalis yang hanya menyengsarakan rakyat, dimana kebijakan hanya berfokus pada pertumbuhan, tanpa memperhatikan pemerataan dan keadilan ekonomi.

Ketiga, lawan praktik penegakan hukum yang jungkir balik tebang pilih. Keempat, usut tuntas kejahatan korporasi dan perseorangan yang mencederai dan merugikan kepentingan ekonomi nasional. Kelima, lawan segala bentuk liberalisasi sektor pangan dan energi untuk melindungi hajat hidup rakyat Indonesia.

Keenam, distribusi kepemilikan tanah dan kekayaan Indonesia, agar tidak lagi hanya dikuasai segelintir orang. Ketujuh, tolak segala bentuk budaya yang merusak pribadi bangsa dan nilai-nilai Pancasila. Kedelapan, bangun solidaritas dan konsolidasi nasional dalam meluruskan jalan reformasi demi mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia.

“Keinginan kami adalah meluruskan reformasi dengan mengoyak 3 pelaku reformasi, yaitu politisi busuk, pengusaha hitam/asing, dan pejabat korup,” ujar Dzaky. (Nurfi)

Check Also

Guru garis Depan

SK CPNS Guru Garis Depan Telah Resmi Ditetapkan

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi menetapkan Surat Keputusan (SK) bagi 2.806 Guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *