Kamis , 30 Maret 2017
Home / Poleksosbud / Kekerasan Seksual, Aktivis Perempuan KAMMI Gelar Aksi
Aksi-Perempuan-KAMMI
Kekerasan seksual, Aksi Perempuan KAMMI menggelar aksi (foto; KAMMI)

Kekerasan Seksual, Aktivis Perempuan KAMMI Gelar Aksi

Edupost.id, Jakarta – Aktivis Perempuan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Regional Jabodetabekdan Karawang menggelar aksi “Indonesia Darurat Kejahatan Seksual” di depan Gedung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Jalan Merdeka Barat, Jakarta. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian atas maraknya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

Massa aksi terdiri dari para perempuan Pengurus Pusat KAMMI, KAMMI se-Jabodetabek, Karawang, Tasikmalaya, dan Komunitas Perempuan Indonesia Sehat.

Ketua Bidang Perempuan PP KAMMI, Ni Nyoman Indirawati Kusuma, mengatakan bahwa aksi tersebut diselenggarakan mengingat belum terlihatnya ketegasan pemerintah dalam menangani persoalan itu. “Padahal, kejahatan seksual tidak saja mengancam kehormatan perempuan, tetapi juga masa depan dan bahkan nyawa,” ujar Indi dalam orasinya.

Ia menyebutkan, deretan kasus kekerasan seksual terhadap perempuan yang mewarnai berita akhir-akhir ini. Diantaranya, kasus Yuyun, anak 14 tahun di Bengkulu yang diperkosa dan dibunuh oleh 14 orang yang tidak dikenal, bocah perempuan TK di Metro Lampung menjadi korban pelampiasan nafsu penjaga sekolahnya, Eno remaja Tanggerang yang dibunus sadis oleh tiga pria dengan gagang cangkul.

“Kasus-kasus mengenaskan itu menjadi tamparan bagi pemerintah agar lebih serius dan bertindak tegas menangani hal ini,” tandasnya.

Ia juga menambahkan, UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan beberapa revisi di UU no 35 tahun 2014 belum cukup memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan seksual karena penegakan UU ini yang masih lamban.

Terkait hukuman kebiri yang belum lama ini disahkan Presiden Jokowi, KAMMI menilai hal itu sebagai langkah reaktif saja. “Hukuman kebiri dari pemerintah pusat dinilai sebagai langkah yang terlalu reaktif yang tidak menyentuh akar permasalahan melainkan akan menambah masalah baru,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, KAMMI menyampaikan empat tuntutan kepada pemerintah terkait kekerasan seksual perempuan dan anak.

Berikut empat tuntutan tersebut:
1. Untuk segera menyusun RUU anti kekerasan seksual pada perempuan dan anak.
2. Menerapkan hukuman mati kepada orang dewasa yang melakukan kekerasan seksual pada perempuan dan anak yang menyebabkan kecacatan atau kematian.
3. Agar menutup situs-situs pornografi, tayangan televisi, game dan berbagai media yang merusak moral anak bangsa.
4. Lebih tegas dalam pengawasan dan peredaran miras di Indonesia

(IK-SS)

Check Also

KAMMI-audiensi-ke-Lemhanas

Audiensi KAMMI, Lemhanas: Pemuda Jaga Keutuhan NKRI

Edupost.id, Jakarta – Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan audiensi dengan Gubernur …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *