Sabtu , 21 Januari 2017
Home / Poleksosbud / Kemensos Siap Rehabilitasi Korban Prostitusi Anak untuk Gay

Kemensos Siap Rehabilitasi Korban Prostitusi Anak untuk Gay

Edupost.id – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebut, praktik prostitusi anak untuk gay yang berhasil terbongkar belum lama ini menjadi bukti adanya penyimpangan seksual yang dilakukan sindikat penyuka sesama jenis.

“Anak-anak remaja yang diperkualbelikan harus dilihat sebagai korban eksploitasi seksual dari sindikat penyuka sesama jenis, ” ujar Khofifah.

Khofifah menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan ahli psiko-sosial dan menganalisis hasil assessment terhadap ketujuh korban prostitusi anak untuk gay. “Hasil assessment, ketujuh anak-anak remaja itu sudah menunjukan suasana yang nyaman, amaan dan betah di tempat sambil kondisinya dipulihkan,” ucapnya.

Ia menambahkan, pihaknya siap menangani bukan hanya ketujuh korban itu saja namun berapapun jumlahnya akan dilayani oleh Kemensos. “Kami pada posisi siap berapapun yang dideliver dari Mabes Polri dan KPAI. Sebab, tersedia baik tenaga kanselor, pekerja sosial (peksos), ruangan, serta fasilitas yang diperlukan untuk upaya pemulihan,” terangnya.

Sementara, bagi pelaku eksploitasi seksual terhadap anak-anak remaja, bisa dikenakan pasal berlapis. Mulai dari UU Perlindungan Anak, Tindak Pidana Perdangan Orang (TPPO), serta Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2016.

“Sangat bisa dikenakan pasal berlapis bagi pelaku ekspolitasi seksual terhadap anak –anak remaja tersebut, seperti UU Perlindungan Anak, TPPO, serta Perpu Nomor 1 Tahun 2016,” katanya.

Jika dikenakan Perpu Nomor 1 Tahun 2016, ada pasal hukuman tambahan dan pemberatan. Hukuman tambahan, berupa kebiri, pemasangan chip dan publikasi pelaku di ruang public. Untuk pemberatan, seperti hukuman seumur hidup hingga hukuman mati.

“Pengenaan hukuman berlapsi ada kriteria yang harus dipenuhi oleh pelaku, di antaranya jumlah korban banyak, mengalami trauma yang mendalam, tertular penyakit seksual menular, ” tambahnya. (Kemensos/Ayna)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *