Senin , 23 April 2018
Home / Poleksosbud / Kemiskinan dan Ledakan Penduduk Masih Melanda Asia
Kemiskinan dan Ledakan Penduduk Masih Melanda Asia
Kemiskinan dan Ledakan Penduduk Masih Melanda Asia (worldvision doc.)

Kemiskinan dan Ledakan Penduduk Masih Melanda Asia

Edupost.id – Negara-negara di Asia masih menghadapi berbagai persoalan pembangunan terutama ledakan jumlah penduduk dan kemiskinan. Jumlah penduduk ekonomi lemah yang berada di kawasan Asia menduduki peringkat tertinggi di dunia.

Demikian yang mengemuka dalam konferensi internasional bertajuk ‘Pembangunan Sosial di Asia’ pada 15-16 November 2017 bertempat di Gedung Fisipol UGM, Rabu (15/11).

Konferensi yang digelar Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) Fisipol UGM ini menghadirkan pembicara, diantaranya President International Consortium of Social Development (ICSD), Prof Manohar Pawar, Dosen PSdK Fisipol UGM, Nurhadi, S.Sos., M.Si., Ph.D,  dosen University of New South Wales, Dr. Stephen Leigh Miller, Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, Rahma Iryanti, Vice President CSR PT. Pertamina, Agus Mashud S. Asngari.  

Nurhadi menjelaskan, pemerintah di negara Asia umumnya menghadapi tiga persoalan besar yang sulit dituntaskan dalam pelaksanaan pembangunan, yakni pembangunan di bidang sosial, ekonomi dan lingkungan. “Mengintegrasikan ketiganya selalu menjadi hambatan utama sehingga konsep pembangunan berkelanjutan di Asia sulit tercapai,” tuturnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut Nurhadi menilai pemerintah baik di tingkat pusat dan daerah perlu melibatkan peran swasta dan masyarakat sipil serta mendorong pertisipasi publik dalam setiap pengambilan kebijakan pembangunan sosial. Keikutsertaan partisipasi publik akan menghasilkan dukungan dari masyarakat. “Dengan begitu muncul rasa kepemilikan bersama di mata publik, bahkan publik juga bisa menilai dan mengawasi hasilnya,” katanya.

Sementara itu, Prof. Manohar Pawar menuturkan belum ada konsep yang ideal tentang strategi pembangunan sosial di setiap negara. Namun begitu, dikotomi pembangunan sosial dan ekonomi menurutnya tidak bisa disamakan. Keduanya saling memiliki keterkaitan. “Memang tidak ada pendekatan yang ideal dalam konsep pembangunan sosial, cara pandang pembangunan sosial dan pembangunan ekonomi keduanya berbeda,” tambahnya.       (UGM/IK-SS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=