Kamis , 19 Oktober 2017
Home / Poleksosbud / Ketua Kwarnas: Proses Jadi Pemimpin Ada di Pramuka
pramuka-kota-bogor
Anggota Pramuka Kota Bogor (foto: pemkot)

Ketua Kwarnas: Proses Jadi Pemimpin Ada di Pramuka

Edupost.id – Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault menyebut, pramuka adalah aset yang dimiliki bangsa Indonesia untuk menciptakan anak-anak dengan mental yang kuat, mandiri, kreatif dan berprestasi.‎ Ia mengingatkan bahwa proses untuk menjadi seorang pemimpin itu ada di pramuka.‎

Adhyaksa menuturkan, proses menjadi pemimpin itu bisa dilihat ketika seorang masuk menjadi anggota Pramuka harus dimulai dari Siaga, Penggalang, Penegak kemudian Pandega. Menurutnya, ini semua adalah jenjang pendidikan yang harus dilalui oleh anggota Pramuka.

“Kita sering mengatakan, pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang. Persoalannya kita sering lupa yang namanya proses. Proses bagaimana dia menjadi seorang pemimpin. Nah, proses menjadi pemimpin itu ada di pramuka,”‎ terangnya.

Adhyaksa menyampaikan bahwa di pramuka selalu diajarkan hal-hal yang memiliki nilai sosial tinggi, seperti kebersamaan, dan gotong royong. ‎”Kayak orang bangun tenda itu kan di dalamnya ada semangat gotong royong, kekompakan, kebersamaan, itu luar biasa,” tambahnya.

ia juga bersyukur, pramuka Indonesia selalu ikut dalam kegiatan kepramukaan di tingkat internasional. Terakhir Indonesia mengikuti Jambore Dunia di Jepang dengan memberangkatkan 462 Kontingen. “Ini artinya, orang yang bisa ikut Jambore baik di tingkat daerah, nasional ataupun internasional, ini adalah orang-orang yang berprestasi,” jelasnya.

Karena itu, lanjutnya, mengingat pentingnya pendidikan Pramuka bagi kemajuan bangsa, Adhyaksa meminta pemerintah untuk menjadikan pramuka sebagai salah satu kurikulum wajib di sekolah, bukan hanya wajib menggunakan seragam pramuka.

“Jadi mereka pakai baju Pramuka tapi tidak tahu apa-apa tentang Pramuka. Harusnya pendidikan Pramuka di ajarkan,” jelasnya. ‎

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini khawatir terjadi hal-hal yang negatif dimana oknum itu memakai seragam Pramuka, tapi bukan anggota Pramuka. Dengan begitu, bisa jadi Pramuka yang disalahkan.  ‎Misalnya, video senonoh anak sekolah yang memakai seragam Pramukal. (Kwarnas/IK-SS)

Check Also

scout bazaar

Pramuka Asia Pasifik Luncurkan Situs Belanja Online

Edupost.id – Komite Pramuka se-Asia Pasifik sepakat untuk membuat situs belanja online khusus menjual atribut, alat atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *