Rabu , 18 Oktober 2017
Home / Poleksosbud / Kita Perlu Belajar dari Sistem Transportasi Jepang dan Inggris
sistem transportasi jepang
Sistem transportasi Jepang

Kita Perlu Belajar dari Sistem Transportasi Jepang dan Inggris

Edupost.id, Yogyakarta – Dunia transportasi di Indonesia seakan tak pernah sepi dengan permasalahan. Setelah muncul masalah kemacetan jalan, kini muncul masalah baru. Munculnya taksi online di Jakarta yang berbuntut panjang. Pengelola taksi plat kuning merasa dirugikan dengan keberadaan taksi online. Kondisi ini akhirnya menambah panjang daftar permasalahan transportasi di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah masih harus memperbaiki sistem transportasi di Indonesia.

“Pemerintah harus memperbaiki infrastruktur Indonesia, termasuk sistem transportasinya. Infrastruktur transportasi yang baik dapat membuat Indonesia menjadi negara maju,” ungkap Ibrahim Malik, mahasiswa UII Yogyakarta dalam perbincangannya dengan Edupost.id.

Dikatakannya, sistem transportasi yang baik akan mampu menjadi motor penggerak kemajuan di berbagai bidang. Mahasiswa jurusan Teknik Arsitektur ini menilai, tata ruang kota tak akan menjadi baik jika sistem transportasinya buruk. Padahal, tingkat kemajuan suatu negara amatlah bergantung pada tata ruang kota yang baik.

Di Indonesia, sering terjadi kasus kemacetan akibat banyaknya kendaraan pribadi yang memenuhi jalan. Tak bijak tentunya jika kita menyalahkan masyarakat yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibanding kendaraan umum, karena keberadaan kendaraan umum semakin berkurang dan tak mampu menjamin kebutuhan mobilitas masyarakat yang tinggi.

“Dari UII ke Jogja kalau tidak naik motor terus mau naik apa? Angkutan umum mulai langka,” imbuh Ibrahim.

Kondisi ini sangatlah berbeda dengan kondisi negara maju seperti Jepang. Ibrahim yang pernah berkunjung ke Jepang ketika mengikuti program Jenesis, menceritakan pengalamannya melihat sistem transportasi di Negeri Sakura itu. “Di sana bis kalau jadwalnya datang lima menit sekali ya selalu lima menit sekali,” kata mahasiswa berprestasi UII tahun 2015 itu.

Sistem transportasi di Jepang juga menjamin kenyamanan penumpang. Kondisi seperti itu mampu memantapkan pilihan masyarakat untuk menggunakan moda transportasi umum dibanding kendaraan pribadi.

Komentar senada diungkapkan oleh Fiqki Rahmawati Fauziah. Mahasiswa Fakultas Kedokteran UII ini membandingkan Indonesia dengan Inggris. Di negeri Ratu Elisabeth itu bahkan sangat jarang ditemui ada kendaraan pribadi yang melintas di jalan. Hal ini dipengaruhi oleh mahalnya pajak kepemilikan kendaraan pribadi.

“Di Inggris hanya orang kaya yang punya motor, pajaknya mahal,” ujar Fiqki menceritakan pengalamannya ketika mengikuti program London International MUN (LIMUN) 2015 di London baru-baru ini.

Selain pajak kendaraan yang mahal, Inggris juga mampu membuat sistem transportasi yang nyaman bagi warganya. Hal ini juga semakin memantapkan pilihan masyarakat untuk lebih memilih kendaraan umum ketimbang kendaraan pribadi.

Kedua contoh itu memang hanyalah sebagian kecil di antara banyaknya negara maju yang mampu mengatasi permasalahan transportasi. Tentu kita berharap Indonesia mengikuti jejak kedua negara itu dalam menata sistem transportasi. Namun, mampukah Indonesia melakukan perubahan itu? (Andi)

Check Also

Biaya-Dinas-Pejabat-Sedot-Anggaran-Dikti

Kemdikbud Dapat Anggaran 40 Trilyun dari RAPBN 2018

Edupost.id – Dalam rapat kerja antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Muhadjir Effendy dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *