Selasa , 30 Mei 2017
Home / Poleksosbud / Konferensi Asia-Afrika, Indonesia Berperan dalam Perdamaian Dunia

Konferensi Asia-Afrika, Indonesia Berperan dalam Perdamaian Dunia

Hari Minggu-Jum’at, 19-24 April 2015 akan digelar peringatan Konferensi Asia-Afrika di Bandung dan Jakarta. Konferensi Asia-Afrika (KAA) menjadi bukti peran Indonesia dalam menciptakan kerja sama dan perdamaian dunia.

Sebelum terjadi KAA, terdapat Konferensi Colombo (Konferensi Pancanegara I). Konferensi ini dilakukan pada tanggal 28 April-2 Mei 1954 di Colombo, ibu kota Srilanka. Negara-negara yang turut serta dalam konferensi ini adalah Indonesia, India, Pakistan, Birma (Myanmar), dan Srilanka. Indonesia mengusulkan agar konferensi diperluas jangkauannya hingga ke negara Afrika.

Selanjutnya diadakan Konferensi Bogor (Konferensi Pancanegara II) pada tanggal 28-31 Desember 1954.

Tibalah pada tanggal 18 April 1955. Konferensi Asia-Afrika digelar di Gedung Merdeka, Bandung sampai pada tanggal 25 April 1955. Ada 29 negara yang hadir.

Hasil dari konferensi ini yaitu kerja sama ekonomi, kebudayaan, menjunjung tinggi hak-hak manusia. Kemudian menentang adanya imperialisme dan menuntut kemerdekaan negara yang dijajah.

Selain itu, dihasilkan pula Dasasila Bandung. Kesepuluh poin dalam Dasasila Bandung menekankan pentingnya kerja sama dan hidup dalam perdamaian.

Setelah konferensi selesai, para utusan kembali ke negara asalnya. Sekembalinya mereka ke negara asal, mereka memperjuangkan kemerdekaan mereka. Politik bebas aktif yang dilakukan Indonesia, India, Birma, dan Srilanka mulai diikuti negara-negara lain yang tidak masuk dalam Blok Barat dan Blok Timur.

Selain itu, KAA memiliki arti penting, karena merupakan cetusan rasa setia kawan (solidaritas) bangsa-bangsa Asia-Afrika serta mengilhami berdirinya Gerakan Non Blok.

Peran Indonesia di masa lalu dalam KAA menggambarkan betapa kuat keinginan bangsa kita untuk menggalang kerja sama antar bangsa dalam mencapai kemakmuran. Peran tersebut dapat kita lanjutkan dengan memulai dari menggalang persatuan dari bangsa kita sendiri.

Pemerintah juga seharusnya mengupayakan kerja sama antar bangsa untuk membebaskan negara yang belum merdeka saat ini, contohnya Palestina.  (Nurfi)

Check Also

Himpunan Alumni (HA) IPB

HA IPB Komitmen Kawal Hasil Konvensi Hingga Proses Terpilihnya Rektor Baru

Bogor – Proses konvensi Bakal Calon Rektor (BCR) IPB periode 2017-2022 yang dilakukan oleh Himpunan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *