Jumat , 26 Mei 2017
Home / Poleksosbud / Konsumsi Susu Masyarakat Indonesia Rendah
susu
Ilustrasi. Susu (foto: dreamatico)

Konsumsi Susu Masyarakat Indonesia Rendah

Edupost.id, Bogor – Hari Susu Nusantara diperingati tiap tanggal 1 Juni. Nyatanya, konsumsi susu masyarakat Indonesia tergolong rendah hanya 11,8 liter/kapita/tahun termasuk produk susu olahan. Berbeda halnya dengan negara Thailand dan Malaysia yang menghabiskan 30 liter/kapita/tahun.

“Menurunnya produksi susu nasional lebih karena menurunnya kualitas sapi perah itu sendiri. Karena jika kualitas sapinya saja sudah kurang baik maka bukan tidak mungkin produksinya juga akan menurun. Dari sisi permintaan, peternak susu lokal masih belum bisa mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri,” tulis laman resmi Kementerian Pertanian (Kemnetan) RI.

Dari kalangan masyarakat sendiri juga tak sedikit yang mengaku jarang mengkonsumsi susu. Salah satu warga asal Jakarta, Regita Rafinna mengungkapkan bahwa susu di Indonesia masih tergolong minuman sehat yang cukup mahal. Karena itu, orangtua lebih sering memberikan teh kepada anaknya untuk sarapan.

Ia sendiri mengakui tidak terlalu menyukai susu. Susu yang dapat diminumnya hanya yang memiliki kadar gula rendah dan masih hangat.

“Lidah orang Indonesia mungkin berbeda dengan orang luar yang suka susu. Seperti saya yang kurang suka, berasa enek aja,” tegasnya kepada Edupost.id.

Warga asal Sidoarjo, Dwi Veni, juga sependapat bahwa ia tidak menyukai susu. Ia menganggap, rasa susu kurang sedap dan membuatnya mual. Susu juga mengeluarkan aroma yang amis sehingga ia tidak suka minum susu sejak kecil. (Nisa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *