Selasa , 24 Januari 2017
Home / Poleksosbud / KPAI Sebut Snack Bikini Porno dan Langgar Tiga UU
KPAI-Sebut-Snack-Bikini-Porno-dan-Langgar-Tiga-UU
Komisi Perlindungan Anak Indonesia

KPAI Sebut Snack Bikini Porno dan Langgar Tiga UU

Edupost.id – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pornografi dan Cyber Crime, Maria Advianti, menyebutkan snack Bikini atau Bihun Kekinian porno dan melanggar tiga undang-undang. Menurutnya jajanan bernama jajanan itu melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Pornografi, dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Kalau anak-anak diberi jajanan seperti mie porno, apa yang akan terjadi kepada anak-anak di masa depan,” ujarnya dalam siaran pers.

Melihat namanya, lanjutnya, jajanan jenis mie kering itu tidak pantas beredar di masyarakat. Ditambah kemasan yang memperlihatkan gambar tubuh wanita sedang mengenakan bikini dan terdapat tulisan ‘remas aku’. KPAI menemukan jajanan tersebut dijual di situs jual beli online.

“Selain mereknya yang tidak layak untuk anak, gambar dikemasan juga berupa tubuh wanita dengan pakaian bikini. Selain itu, ada tulisannya ‘remas aku’. Ini sudah pelanggaran terhadap undang-undang,” tegasnya.

Maria mengaskan, KPAI mendesak Pemerintah menarik peredaran jajanan tersebut, demi melindungi anak-anak. KPAI telah menyampaikan temuan jajanan berkonten porno tersebut ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), agar menindaklanjuti secara proporsional sesuai ketentuan undang-undang.

“Dalam UU Perlindungan Anak, disebutkan hak anak mendapatkan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi. Anak-anak harus dilindungi dari bahaya pornografi, mengingat Indonesia saat ini telah menyandang status darurat pornografi,” imbuhnya. (KPAI/Nisa)

 

Check Also

KPAI-Sebut-Snack-Bikini-Porno-dan-Langgar-Tiga-UU

KPAI: Pendemo yang Membawa Anak Tetap Jaga Tingkah Laku

Edupost.ID- Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI, Asrorun Ni’am mengingatkan agar hak anak tetap …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *