Rabu , 13 Desember 2017
Home / Poleksosbud / KPAI: Sulawesi Utara, Wilayah Darurat Pelecehan Seksual Anak

KPAI: Sulawesi Utara, Wilayah Darurat Pelecehan Seksual Anak

SULAWESI UTARA- Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dinyatakan sebagai wilayah darurat pelecehan seksual anak. Hal ini disampaikan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Arist Merdeka Sirait.

“Sulut berada di peringkat sembilan dari 34 provinsi di Indonesia untuk kasus pelecehan anak. Kami berharap ini bisa lebih diseriusi aparat,” tegas Arist, dilansir Viva.

Sebelumnya, Arist menemui pihak penyidik Polda Sulut terkait kasus pelecehan seksual dua siswa di salah satu sekolah swasta di Manado. Ia mengungkapkan, dari lebih dari dua ribu kasus pelecehan anak di Indonesia, 52 persen terjadi di Sulut.

“Sangat luar biasa dan ini harus jadi perhatian semua pihak. Saya sudah mengingatkan sejak tahun lalu. Penyebaran kasus tak hanya di kota seperti Manado, namun sampai di desa-desa,” terangnya.

Menurutnya, indikator darurat pelecehan seksual anak di daerah ini dikatakan cukup tinggi karena pelaku adalah orang dekat, seperti orangtua kandung, orangtua tiri, guru, atau saudara korban.

“Kemudian, penegakan hukum sangat rendah. Banyak pelaku dihukum ringan. Bahkan, malah ada yang bebas, sehingga kasus pelecehan seksual anak terus bermunculan di daerah. Kami minta kepolisian, kejaksaan, dan hakim bertindak tegas, jangan coba-coba main mata,” jelasnya.

Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Wilson Damanik menyangkal pernyataan KPAI yang menyebut polisi belum maksimal dalam penanganan kasus pelecehan seksual anak.

“Kami sudah bekerja sesuai prosedur hukum yang berlaku. Penyidik bekerja cukup baik selama ini,” ungkapnya.

Wilson menilai, kelemahan penanganan masalah ini ada pada tingkatan penuntutan dan putusan sehingga kedua proses itu juga perlu dikawal.

“Polisi sudah bertugas maksimal, tapi kalau putusan pengadilan tidak sesuai harapan, jangan salahkan kami. Mari lihat secara proporsional,” tandas Wilson. (LL/IK)

Check Also

Tahun 2018 Semua Sekolah Harus Terapkan Kurikulum 2013

Edupost.id – Pada tahun 2018 semua sekolah di Indonesia sudah harus menerapkan Kurikulum 2013. Hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *