Selasa , 30 Mei 2017
Home / Poleksosbud / Marak Pembakaran Hutan, Masyarakat Mengeluh di Sosial Media

Marak Pembakaran Hutan, Masyarakat Mengeluh di Sosial Media

Edupost.ID – Pembakaran hutan oleh oknum yang tak bertanggung jawab marak terjadi di beberapa wilayah Indonesia diantaranya di Palembang, Jambi, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah. Asap yang ditimbulkan akibat pembakaran hutan menghambat aktivitas bahkan mengganggu kesehatan masyarakat yang tinggal di daerah setempat dan sekitarnya. Banyak diantara mereka mengeluhkan hal tersebut di sosial media.

Salah satunya yang diungkapkan dalam halaman di facebook “Save Our Borneo”. Di halaman itu disampaikan bahwa pembakaran hutan memiliki dampak yang merugikan, fungsi hutan sebagai penyedia udara bersih dan habitat makhluk hidup akan hilang. Limbah sawit yang tidak terkelola dengan baik akan menyebabkan kekeruhan sungai-danau dan penutupan banyak anak sungai.

Banyak netizen mengeluhkan asap yang mengganggu pernafasan. Seperti akun Miftahul Salam menuliskan, “Kalimantan Tengah paling parah. Di dalam rumah pun asapnya terasa menyesakkan dada.” Hal senada juga diteriakkan Ivan, “Sangat parah, udara bersih langka”.

“Dalam kamar saja rasanya penuh asap. Saat bangun subuh, aroma asap bahkan sangat menyakitkan hidung, semoga hujan secepatnya mampir di bumi Sampit,” tulis akun Vita.

Hanny berujar, “sudah 2 bulan saya tidak melihat matahari di Kutai barat, Kalimantan Timur. Matahari sampai warnanya merah karena cahaya tidak bisa menembus kabut asap.” Risallah mengeluhkan, “mulai menyesakkan dada, hewan-hewan sudah pada mati terpanggang. Tinggal manusia ini pada kena sakit paru-paru, lama-lama kalimantan jadi pulau MATI.”

Beberapa diantara mereka juga meminta ketegasan hukum dari pemerintah kepada para pelaku pembakaran hutan. “Ketegasan hukum perlu dilakukan karena sudah merugikan semua lapisan masyarakat,” tulis akun Abah. (Iyes)

Check Also

Himpunan Alumni (HA) IPB

HA IPB Komitmen Kawal Hasil Konvensi Hingga Proses Terpilihnya Rektor Baru

Bogor – Proses konvensi Bakal Calon Rektor (BCR) IPB periode 2017-2022 yang dilakukan oleh Himpunan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *