Kamis , 30 Maret 2017
Home / Poleksosbud / Masalah Pengangguran Usia Muda Harus Diprioritaskan

Masalah Pengangguran Usia Muda Harus Diprioritaskan

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menyebutkan, masalah pengangguran usia muda perlu segera dicari solusinya. Ia menilai, pentingnya mempersiapkan kualitas generasi muda agar memiliki keterampilan kerja yang baik sehingga mampu bersaing di dalam pasar kerja.

Hanif menerangkan, upaya pemerintah untuk mengatasi hal tersebut, diantaranya dengan melakukan perbaikan layanan informasi lowongan pekerjaan, penyelenggaraan bursa kerja, peningkatan keterampilan kerja, pengembangan usaha kecil dan menengah, serta kewirausahaan.

“Komitmen pemerintah terhadap penciptaan lapangan kerja bagi kaum muda ini dilakukan dengan mengupayakan penciptaan lapangan kerja baik sektor ketenagakerjaan formal maupun informal,” jelasnya.

Hanif mengatakan, pemerintah Indonesia berkomitmen mendukung kebijakan penciptaan lapangan kerja bagi pengangguran usia muda dengan pembentukan Jejaring Lapangan Kerja Bagi Kaum Muda Indonesia (Indonesian Youth Employment Network) yang melibatkan koordinasi lintas kementerian terkait dan lembaga swadaya masyarakat.

“Penanggulangan pengangguran usia muda sudah menjadi isu global yang harus menjadi perhatian semua pihak. Baik itu lintas kementerian sebagai instansi pembina masing-masing sektor, pemerintah daerah maupun dunia usaha diharapkan bergerak membuka lapangan pekerjaan,” paparnya.

Rendahnya standar kualitas keterampilan dan kompetensi kerja, menurutnya, menjadi penyebab calon tenaga kerja sulit menembus lowongan-lowongan yang disediakan pasar kerja dan dunia industri.

“Selama ini lembaga pendidikan dan lembaga pelatihan, terutama swasta, belum mampu menyesuaikan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Karena itu, banyak lowongan pekerjaan yang tidak terisi akibat tidak adanya link and match,” terangnya.

Hanif menuturkan, salah satu solusi mengurangi angka pengangguran ialah dengan menyesuaikan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja yang berusia muda dengan pasar kerja.

Ia menjelaskan, dalam penanganan pengangguran usia muda, dibutuhkan juga kebijakan pemerintah yang menjamin pertumbuhan ekonomi sehingga memberikan dampak yang signifikan untuk perluasan kesempatan atau lowongan kerja.

“Pertumbuhan ekonomi yang inklusif dari masing-masing negara ECOSOC harus dipergunakan pengangguran muda untuk mempermudah masuk dalam dunia kerja dan industri,” tambahnya. (ANT/EI-IS)

Check Also

menristekdikti-Muhammad-Nasir

Menteri Nasir Minta PTS Tingkatkan Akreditasi

Edupost.id – Menristekdikti Mohamad Nasir meminta perguruan tinggi swasta (PTS) dapat segera meningkatkan akreditasinya. Pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *