Jumat , 22 September 2017
Home / Poleksosbud / Mensos: Akar Masalah Prostitusi Ialah Kemiskinan, Kebodohan, Moralitas

Mensos: Akar Masalah Prostitusi Ialah Kemiskinan, Kebodohan, Moralitas

Edupost.ID, Jakarta – Persolan prostitusi di Indonesia kian mengkhawatirkan dan belum menunjukkan penurunan. Kian hari kasus yang terungkap terus bertambah, bahkan anak di bawah umur turut menjadi korban. Karena itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa meminta semua pihak turut bersinergi mengatasi permasalahan serius ini.

“Menangani prostitusi setidak-tidaknya harus menangani 3 akar masalah yaitu kemiskinan, kebodohan dan moralitas,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa menangani prostitusi tidak mungkin dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) saja, sebab persoalan prostitusi adalah persoalan yang harus ditangani mulai dari hulu sampai ke hilir.

Hal ini disampaikan Mensos saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanganan Prostitusi dan Gelandangan Pengemis, di Best Western Hotel Kemayaran Jakarta Utara, yang dihadiri 136 orang perwakilan dari 22 Provinsi dan 47 Kab/Kota.

Khofifah meminta kepada seluruh peserta Rakornas untuk mendiskusikan secara bersama sehingga memiliki pemahaman yang sama terhadap langkah yang harus dilakukan di daerahnya masing-masing untuk percepatan penanganan masalah tersebut.

Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial, Sonny W. Manalu dalam penjelasannnya menjelaskan bahwa dalam 3 tahun terakhir Kemensos berhasil melakukan rehabilitasi sosial bagi 5000 eks wanita tuna susila (WTS) yang selama ini menjadi penghuni berbagai lokalisasi di indonesia.

Sonny menyampaikan, pihaknya mendukung penutupan 33 lokalisasi yakni 30 lokasi di Jawa Timur 2 lokasi di Jambi dan 1 lokasi di Sukamara Kalimantan Tengah.

Sedangkan gelandangan dan pengemis (Gepang), lanjutnya, yang sudah berhasil ditangani dalam 3 tahun terakhir baik berbasis panti maupun masyarakat (kerjasama dengan LKS) sebanyak 4.582 orang.

Ia menambahkan, tahun 2015 Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial akan menangani 1000 WTS dan 100 Gepeng melalui alokasi dana APBN-P. (Kemsos/Ulfa)

Check Also

kekerasan-seksual-anak

KPAI : Waspada! Kejahatan Seksual Makin Marak di Medsos

Edupost.id – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pornografi dan Cybercrime, Margaret Aliyatul Maimunah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *