Minggu , 26 Maret 2017
Home / Poleksosbud / Mensos: Praktik Postitusi Sangat Mengkhawatirkan Semua Pihak

Mensos: Praktik Postitusi Sangat Mengkhawatirkan Semua Pihak

BANDUNG – Maraknya praktik prostitusi di Indonesia menjadi masalah besar negeri ini. Hal ini turut dikuatirkan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang menyatakan keprihatinannya dan meminta semua pihak untuk mencari solusi penyelesaiannya.

“29 April (2015) akan ada rapat koordinasi (rakor) yang membahas berbagai persoalan yang terjadi saat ini dan kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan semua pihak,” tandas Khofifah, seperti dilansir Antara.

Ia menyampaikan, dalam praktik prostitusi terdapat empat persoalan mendasar, yaitu tindak perbudakan, kriminalitas, eksploitasi dan perdagangan manusia.

“Prostitusi merupakan persoalan semua negara, termasuk yang menggunakan media online karena di dalamnya ada empat persoalan serius yaitu perbudakan, krimininalitas, eksploitasi serta perdagangan manusia,” jelasnya.

Begitupula prostitusi online, lanjutnya, merupakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang digunakan para mucikari untuk memasarkan bisnis tercelanya itu.

Persoalan lain dari prostitusi, kata Khofifah, adalah masalah pedofilia, incest, dan paket wisata atau pertunjukan yang terdapat unsur melanggar hukum dan norma.

“Prostitusi dan pornografi sudah paralel dan saling terkait karena di sana ada tindak incest, pedofilia dan pedofilia anak, serta paket wisata yang mengandung unsur pornoaksi dan pornografi,” ungkapnya.

Khofifah menegaskan, dalam menghadapi peroalan prostitusi dan pornografi dibutuhkan penegakan hukum yang lebih tegas agar bisa lebih signifikan dalam upaya preventif.

“Aparat yang merazia harus menegakkan hukum pada kedua belah pihak, baik supply side maupun demand side agar terjadi pencegahan dan upaya preventif lebih signifikan termasuk terhadap para mucikarinya,” urainya.

Ia mengatakan, upaya pemerintah yang akan dilakukan yakni membentuk satuan tugas (satgas) dengan komandannya dari Kementerian Agama dan disinergikan dengan kementerian terkait seperti Kemensos, Kominfo, Kejaksaan dan Kepolisian.

Khofifah mengaku, pihaknya sudah menggelar rapat internal Kemensos dengan pokok bahasan terkait prostitusi dan gelandangan pengemis yang dihadiri 168 kabupaten/kota dan 22 provinsi.

“168 kabupaten/kota yang hadir tersebut, karena terdapat lokalisasi termasuk Wali Kota dan Bupati yang sukses menutup lokalisasi, seperti Wali Kota Jambi, Wali Kota Surabaya serta Bupati Nganjuk,” imbuhnya. (IK-SS)

Check Also

fahimudin kholida man 3 bantul

Dua Siswa MAN 3 Bantul Raih Emas World Mathematics Invitational 2017

Edupost.ID – Dua siswa MAN 3 Bantul kembali berprestasi di kancah nasional setelah berhasil meraih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *