Selasa , 25 April 2017
Home / Poleksosbud / MUI Menyesalkan Pemblokiran Situs Islam oleh Kominfo

MUI Menyesalkan Pemblokiran Situs Islam oleh Kominfo

MAKASSAR – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan langkah yang diambil Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait pemblokiran sejumlah situs Islam.

“Penutupan situs Islam tentu mengundang reaksi umat Islam karena ini sangat sensitif. Langkah ini bisa menjadi pro-kontra meskipun berdalih memberantas terorisme,” ungkap Ketua MUI, Din Syamsuddin di Makassar.

Din mengatakan, seharusnya Kominfo membicarakan terlebih dahulu hal tersebut sebelum mengambil langkah tegas sekalipun sudah mendapat instruksi dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

“Saya sudah berkomunikasi dengan Menkominfo terkait hal ini. Dalam waktu dekat kami akan duduk bersama membahas soal ini. Saya sayangkan kenapa baru mau dibicarakan setelah sudah mengambil langkah itu,” ucapnya.

Ia menilai bahwa pemblokiran situs Islam merupakan langkah yang tidak tepat dan menyinggung perasan umat Islam, karena tidak semua situs Islam membawa isu paham radikal yang mengarah ke terorisme.

Sementara itu, Din menyoroti banyak situs berkonten pornogrofi yang tidak diblokir sedangkan situs Islam langsung diambil langkah tegas tanpa mediasi terlebih dahulu.

“Kenapa situs yang berbau porno dan merusak akhlak itu dibiarkan dan tidak diblokir, malah terkesan dibiarkan, sementara situs Islam dianggap penyebar terorisme oleh pemerintah itu diblokir, padahal tidak semua situs kan,” jelasnya.

Ia menyesalkan, langkah pemblokiran ini tidak didahului pemeriksaan yang lebih seksama dan terkesan tidak terbuka.

“Faktanya semuanya diblokir dan tidak memberikan ruang dan memeriksa secara seksama, meskipun kami akan melakukan pertemuan tetapi langkah ini menurut pendapat saya tidak efektif,” tambahnya. (ANT/IL-SS)

Check Also

Onde-onde Lele Kreasi Mahasiswa UNY

Lezatnya Onde-onde Lele Kreasi Mahasiswa UNY

Edupost.id – Tim mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membuat terobosan cara pengolahan lele yang berbeda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *