Selasa , 24 Oktober 2017
Home / Poleksosbud / Pakar UGM Ingatkan Hati-hati Tertibkan Anak Nongkrong

Pakar UGM Ingatkan Hati-hati Tertibkan Anak Nongkrong

Edupost.id – Demi mengantisipasi maraknya tindak kekerasan yang dilakukan oleh geng motor. Polda DIY berencana mengamankan anak nongkrong pada tengah malam di pinggir jalan. Pakar Psikologi Sosial Universitas Gadjah Mada (UGM), Koentjoro berharap langkah tersebut dilakukan dilakukan secara hati-hati.

Koentjoro menyebutkan, jangan sampai penertiban dilakukan secara merata ke semua kelompok nongkrong di Yogyakarta. Penertiban dapat dilakukan pada kelompok-kelompok nongkrong yang tidak memiliki kejelasan tujuan. Kelompok ini perlu ditertibkan untuk meminimalkan berbagai tindakan yang mengarah pada kenakalan maupun kriminalitas.

“Kebanyakan yang terjadi nongkrong di malam hari sangat dekat dengan miras dan kejahatan. Umumnya tindak kejahatan berawal dari kebiasaan nongkrong tidak jelas ini,” ujar Guru Besar Fakultas Psikologi UGM ini.

Terpisah, Pakar Hukum Pidana dari Fakultas Hukum UGM, Marcus Priyo Gunarto menyampaikan, aktivitas nongkrong di malam hari tanpa adanya tujuan yang jelas dan tidak bernilai manfaat layak ditertibkan oleh aparat kepolisian. Penertiban untuk kelompok semacam ini dapat dilakukan seperti halnya yang dilakukan pada penggelandang yang telah diatur dalam KUHP.

“Aktivitas nongrong tanpa adanya tujuan yang jelas bisa ditertibkan dengan aturan Pergelandangan karena melakukan perjalanan tanpa tujuan,” tuturnya.

Dalam pasal 505 ayat 1 KUHP menyatakan barangsiapa bergelandangan tanpa pencarian, diancam karena melakukan pergelandangan dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan. Sementara pada ayat kedua menyebutkan pergelandangan yang dilakukan oleh tiga orang atau lebih berumur di atas 16 tahun diancam dengan kurungan maksimal selama 6 bulan. (UGM/IK-SS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *