Kamis , 19 Januari 2017
Home / Poleksosbud / Pemerkosa 58 Anak, Fahira Idris: Hukuman Mati atau Seumur Hidup

Pemerkosa 58 Anak, Fahira Idris: Hukuman Mati atau Seumur Hidup

Edupost.id, Jakarta – Kasus dugaan perkosaan terhadap 58 anak yang dilakukan seorang pengusaha di Kediri menambah angka kekerasan seksual di Indonesia. Wakil Ketua Komite III DPD RI, Fahira Idris melalui akun media sosialnya twitter membuat poling hukuman yang pantas bagi pelaku yaitu hukuman mati, seumur hidup atau kebiri. Berdasarkan hasil dari poling yang dibuat Fahira, sebanyak 72 persen netizen memilih hukuman mati.

“Mohon isi polling ini, agar pemerintah serius tangani kasus kejahatan melawan kemanusiaan di kediri. Andai ada hukuman yang lebih berat dari hukuman mati, orang kayak gini pantas menerimanya,” ajaknya kepada netizen.

Melalui hashtag #SAVEAnakKediri, Fahira mengungkapkan bahwa sebanyak 58 anak HAM-nya diinjak. Kasus tersebut merupakan pelecehan terhadap negara yang dilakukan pelaku. Hal itu karena dilakukan dengan mudah dan berlanjut. Pelaku diduga memberikan obat agar korbannya pusing sebelum diperkosa.

“Obat memberikan efek pusing, mual, gemetar sampai pingsan. Serta mencabuli dua sampai tiga korban secara bergantian di dalam satu kamar. Mungkin dia menganggap karena kekuasaan dan uangnya, hukum tidak bisa menyentuh dan sesumbar bisa dibeli,” lanjutnya.
Fahira menghimbau agar kepolisian dan jaksa dapat membuat terobosan hukum dalam mengadili pelaku pemerkosaan 58 anak. Agar hanya ada pilihan hukuman mati atau hukuman seumur hidup. Kasus ini menjadi perhatian nasional sehingga prosesnya harus transparan demi memenuhi rasa keadilan.

Sementara itu, bagi korban dan keluarga, Fahira meminta kementerian dan komisi terkait segera memberikan konseling, pelayanan, bantuan medis, bantuan hukum, dan rehabilitasi. Ia juga meminta agar negara bergerak cepat untuk memenuhi hak yang dimiliki korban. (Nisa)

Check Also

Hukuman-Kebiri-Kimiawi

Hukuman Kebiri, Masyarakat Lebih Pilih Hukuman Mati

Edupost.id, Bogor – Hukuman kebiri yang hendak diberlakukan bagi pelaku kekerasan seksual masih menuai pro …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *